Walkot Jayapura Minta Polisi Jaga Keamanan Rumah Pengungsi Akibat Banjir
Nasional

Banjir hingga tanah longsor yang terjadi di Kota Jayapura, Provinsi Papua beberapa waktu lalu menyebabkan ribuan warga terdampak. Alhasil, mereka memilih untuk mengungsi.

WowKeren - Pada pekan lalu, bencana alam banjir melanda Kota Jayapura Provinsi Papua. Bahkan banjir ini juga memicu terjadinya longsor. Tak hanya itu, banjir ini diketahui juga merendam kantor gubernur.

Akibat banjir hingga longsor tersebut, banyak warga yang akhirnya mengungsi ke tempat yang lebih aman. Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura diketahui berkoordinasi dengan kepolisian setempat terkait dengan keamanan rumah warga yang ditinggalkan pascabanjir di daerah tersebut.

Wali Kota Jayapura Benhur Tommy Mano mengatakan bahwa pihaknya meminta Polresta Jayapura untuk mengamankan rumah-rumah warga yang ditinggalkan untuk mengungsi pascabanjir. Hal ini rupanya juga telah ditindaklanjuti.

Kapolresta Jayapura Kota Kombes Gustav R Urbinas menuturkan bahwa mengenai permintaan Tommy soal pengamanan rumah yang ditinggal pemiliknya akibat genangan banjir, pihaknya juga telah mengerahkan personel dari polsek jajaran setempat untuk mengawasi rumah-rumah tersebut. Selain itu, ia juga memastikan bahwa seluruh pengungsi maupun warga terdampak banjir akan mendapatkan bantuan pada masa tanggap darurat bencana banjir di Kota Jayapura.


Sementara untuk polsek jajaran, Gustav mengatakan pihaknya memberikan tugas untuk membantu mengawasi rumah-rumah yang masih ditinggalkan pemiliknya akibat banjir. "Upaya ini dilakukan agar rumah-rumah tersebut bisa tetap aman dan tidak menjadi sasaran pencurian," tutur Gustav dalam keterangannya, Selasa (11/1).

Sebagai informasi, banjir di Kota Jayapura itu terjadi di empat dari lima distrik yang ada. Akibat dari banjir ini, ada sekitar 8.268 warga yang terdampak.

Sedangkan untuk dampak dari terjadinya tanah longsor, menyebabkan 12 warga Distrik Jayapura Utara tertimbun longsor. Tanah longsor ini juga menyebabkan 7 warga di antaranya meninggal dunia.

Sementara itu, Ketua Tim Tanggap Darurat Bencana Alam Kota Jayapura Rustan Saru menuturkan bahwa sebagian besar warga memilih untuk tidak meninggalkan rumahnya atau mengungsi, dan tetap bertahan di kediamannya lantaran khawatir barang-barang di rumahnya dijarah. Namun warga yang rumahnya tidak memungkinkan atau bahkan tidak bisa ditinggali akibat rusak berat karena banjir, memilih untuk mengungsi sejak Minggu (9/1) lalu.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait