Tim Mawar merupakan kelompok khusus yang berkaitan dengan penculikan aktivis di ujung masa Orde Baru. Kini karier sejumlah anggotanya meningkat, termasuk Mayjen TNI Untung Budiharto.
- Elvariza Opita
- Rabu, 12 Januari 2022 - 21:27 WIB
WowKeren - Penunjukan Mayjen TNI Untung Budiharto menjadi Pangdam Jaya belakangan menuai polemik. Sebab Untung dikenal sebagai eks tim Mawar yang bertanggung jawab dalam aksi penculikan aktivis di ujung masa Orde Baru.
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa pun buka suara mengenai kontroversi yang mengiringi pilihannya soal pengemban jabatan Pangdam Jaya tersebut. Andika menilai bahwa tidak ada masalah dalam penunjukan Untung, sebab yang bersangkutan pun sudah mendapat keputusan pengadilan serta telah menjalaninya.
"Ya Pangdam Jaya sebetulnya kalau dari segi hukum kan sudah menjalani apa yang kemudian waktu itu diputuskan oleh pengadilan," tutur Andika di Mako Rindam Jaya III Siliwangi, Kota Bandung, Rabu (12/1). "Sudah diputuskan dan berkekuatan hukum tetap dan sudah dijalani."
Alasan itulah yang membuat sang mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) menilai bahwa penunjukan Untung tidak bermasalah secara hukum. "Jadi memang secara hukum tidak ada lagi yang kemudian harus dilakukan oleh mereka yang pada saat itu mendapatkan hukuman ya," tegas Andika.
Untuk informasi, Untung dipilih untuk mengisi posisi sebagai Pangdam Jaya. Ia menggantikan Mayjen TNI Mulyo Aji yang mendapat promosi untuk menduduki jabatan Sekretaris Kementerian Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Seskemenko Polhukam).
Mutasi Untung sebagai Pangdam Jaya ini tercantum dalam Keputusan Panglima Tentara Nasional Indonesia Nomor Kep/5/I/2022 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan Tentara Nasional Indonesia. Namun penunjukan ini menuai kontroversi karena Untung merupakan bagian dari tim Mawar yang terkait dengan operasi penculikan aktivis semasa Orde Baru.
Di sisi lain, penunjukan Untung menambah panjang daftar eks tim Mawar yang memiliki kedudukan strategis di pemerintahan Indonesia. Seperti misalnya Mayjen TNI Dadang Hendrayudha, Mayjen TNI Yulius Selvanus, dan Mayjen TNI Nugroho Sulistyo Budi yang kini berkantor di Kemenhan. Selain itu Brigjen TNI Djaka Budi Utama yang kini menjabat di Kemenko Polhukam, serta Bambang Kristiono yang kini menjadi Wakil Ketua Komisi I DPR RI.
(wk/elva)