Massa Aliansi Sunda Kembali Gelar Demo Depan DPR Tuntut Pemecatan Arteria Dahlan
Nasional

Menurut Koordinator Aliansi Sunda Karawang, Nace Permana, pihaknya sudah berkoordinasi dengan aliansi masyarakat Sunda lainnya. Aksi unjuk rasa hari ini diklaim akan diikuti oleh sekitar 500-1.000 orang.

WowKeren - Masyarakat Sunda yang berasal dari sejumlah wilayah di Jawa Barat menggelar aksi unjuk rasa di depan kompleks parlemen DPR/MPR pada Kamis (27/1) hari ini. Massa yang tergabung dalam Aliansi Sudan Karawang menuntut pemecatan anggota DPR RI Fraksi DPIP Arteria Dahlan.

Menurut Koordinator Aliansi Sunda Karawang, Nace Permana, pihaknya sudah berkoordinasi dengan aliansi masyarakat Sunda lainnya. Aksi unjuk rasa hari ini diklaim akan diikuti oleh sekitar 500-1.000 orang.

"Kita ada dari Karawang, Bogor, Sumedang, dan Depok kabarnya akan menyusul. Kurang lebih akan ada 500 massa," sebut Nace di lokasi.

Dari pantauan di lokasi, massa aksi unjuk rasa tampak mengenakan pakaian hitam, kebaya, dan atribut khas Sunda lainnya. Adapun gerbang gedung DPR di Jalan Gatot Subroto terpantau tertutup. 250 aparat kepolisian yang merupakan gabungan dari Polsek Tanah Abang, Polres Metro Jakarta Pusat, sekaligus Polda Metro Jaya juga diturunkan untuk mengamankan aksi pada hari ini.


Diketahui, unjuk rasa hari ini merupakan aksi lanjutan. Masyarakat Sunda diketahui telah menggelar aksi serupa sehari sebelumnya pada Rabu (26/1).

Dalam aksi pada Rabu kemarin, Masyarakat Penutur Bahasa Sunda telah melaporkan Arteria ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). MKD diminta memeriksa dan mengadili Arteria supaya publik mengetahui apakah Arteria melanggar kode etik atau tidak dalam polemik "Copot Jaksa Berbahasa Sunda".

Pernyataan Arteria yang kontroversial tersebut disampaikan dalam rapat kerja dengan Jaksa Agung ST Burhanuddin pada Senin (17/1). Kala itu, Arteria mengkritik salah satu anak buah Burhanuddin yang berbicara menggunakan bahasa Sunda dalam sebuah rapat. Arteria meminta Burhanuddin untuk mengganti jaksa tersebut.

"Ada kritik sedikit Pak JA (Jaksa Agung), ada Kajati (Kepala Kejaksaan Tinggi) Pak dalam rapat dalam raker itu ngomong pakai bahasa Sunda, ganti Pak itu. Kami ini Indonesia Pak," tutur Arteria kala itu.

Pernyataan Arteria tersebut membuat beberapa pihak merasa tersinggung. Kelompok masyarakat Sunda pun meminta agar Arteria meminta maaf atas ucapannya tersebut.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait