Banjir dan Longsor Mematikan di Ekuador Tewaskan 22 Orang
Dunia

Selain menyebabkan banjir, hujan deras juga membuat struktur penampung air meluap. Alhasil, aliran air yang mematikan segera menuruni lereng bukit terdekat ke lapangan olahraga.

WowKeren - Banjir dan tanah longsor terus terjadi silih berganti di sejumlah belahan dunia. Banjir dan tanah longsor mematikan yang terjadi pada Senin (31/1) di Ekuador telah merenggut 22 nyawa di ibu kota negara itu.

Walikota Quito Santiago Guarderas mengatakan pada Selasa (1/2) bahwa sejauh ini ada 47 orang yang mengalami luka-luka dengan 2 di antaranya dalam kondisi kritis. Sedangkan 20 orang lainnya masih dilaporkan hilang.

Banjir disebabkan oleh hujan lebat di lereng gunung berapi Pichincha, yang menghadap ke kota. Jumlah curah hujan yang turun juga sangat jauh dari perkiraan. Menurut pemerintah setempat, 75 liter hujan per meter persegi turun di sektor La Gasca, yang mana jumlah itu merupakan yang tertinggi sejak 2003. Sedangkan menurut prakiraan cuaca hanya sebesar 2 liter per meter persegi.

Selain menyebabkan banjir, hujan deras juga membuat struktur penampung air meluap. Alhasil, aliran air yang mematikan segera menuruni lereng bukit terdekat ke lapangan olahraga. Saat peristiwa itu terjadi, ada beberapa orang yang sedang berlatih bola voli, kata pihak berwenang pada konferensi pers virtual.


Banjir yang menerjang juga turut merobohkan tiang listrik sehingga menyebabkan beberapa wilayah di kota itu dibiarkan tanpa listrik. Video yang diposting online menunjukkan kondisi banjir lumpur dan air serta batu-batu yang menyapu jalanan di ibu kota. Air banjir juga terlihat menghanyutkan mobil.

Alba Cotacachi, seorang warga yang berupaya mengevakuasi dua orang putrinya mengatakan bahwa saat ini masih dilakukan pencarian orang hilang. "Kami melihat sungai hitam besar yang menyeret semuanya, kami harus memanjat tembok untuk melarikan diri," tuturnya.

Sementara itu, pemerintah kota mengatakan bahwa penduduk di daerah yang terkena dampak telah dievakuasi di 8 tempat penampungan. Untuk membantu upaya pemulihan, Kepolisian Nasional Ekuador mengirim Kelompok Operasi Khusus dan Kelompok Intervensi Serta Penyelamatan.

Sedangkan untuk pencarian, puluhan tentara juga telah dikerahkan. Akibat mengarungi lumpur yang mencapai lutut, banyak orang yang harus dirawat karena mengalami hipotermia.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait