Dua Bayi Pengungsi Suriah Tewas Membeku di Idlib, Anak-anak yang Bertahan Penuhi Rumah Sakit
Pixabay/ilustrasi/lenahelfinger
Dunia

Cuaca dingin yang ekstrem makin memperburuk kondisi anak-anak di kamp pengungsian Suriah di Idlib. Bahkan 2 bayi meninggal karena cuaca ekstrem tersebut.

WowKeren - Cuaca dingin ekstrem selama dua minggu terakhir telah melanda Idlib, rumah bagi hampir dua juta pengungsi Suriah. Dua anak meninggal karena cuaca dingin parah tersebut. Termasuk seorang bayi yang baru berusia tujuh hari.

Mohamad Al-Hassan bercerita putrinya yang baru berusia 7 hari, Fatimah, meninggal di rumah sakit Al Rahman di Idlib. "Ketika saya menyentuhnya, dia merasa seperti es," kata Mohamad Al-Hassan kepada Al Jazeera.

"Kami dapat mempersiapkan sedikit untuk musim dingin. tetapi kami tidak bisa mendapatkan semua yang kami butuhkan. Sulit untuk mendapatkan pekerjaan dan penghasilan," lanjutnya.

Dokter Fadi Hallak dari rumah sakit Al-Rahman mengatakan bahwa Fatima membiru dan mengeluarkan darah dari hidung dan mulut pada saat dia sampai di rumah sakit. Padahal Fatima sebelumnya lahir dalam kondisi sehat tanpa komplikasi.

"Dia lahir di sini seminggu yang lalu tanpa komplikasi. Tapi dia, sayangnya, meninggal karena kedinginan dalam beberapa hari terakhir," ungkap Hallak.


Amina Salameh, seorang anak berusia dua bulan yang tinggal bersama keluarganya di kamp pengungsian Al-Jabal di Idlib utara, juga meninggal Selasa (1/2) pagi. Dia memiliki denyut nadi ketika dia tiba di Al-Rahman, tetapi dokter tidak bisa membuatnya tetap hidup.

Setidaknya tiga anak lainnya telah meninggal karena kedinginan dalam dua minggu terakhir. Dr Hallak mengatakan rumah sakit juga menerima semakin banyak anak yang jatuh sakit karena cuaca buruk dan kondisi kehidupan. Dia mengatakan bangsal anak-anak dan pembibitan di rumah sakit sekarang penuh sesak.

"Kami melihat banyak kasus bronkitis dan kerusakan paru-paru di antara anak-anak, dan kamar bayi di rumah sakit penuh sesak. Kami meminta organisasi untuk segera memberi kami dukungan keuangan karena tidak ada lagi lowongan untuk anak-anak," pungkasnya

Cuaca dingin yang membekukan selama dua minggu terakhir telah melanda barat laut Suriah, tempat lebih dari 4 juta pengungsi Suriah tinggal. Sekitar 1,7 juta dari pengungsi internal (IDP) ini tinggal di pemukiman tenda setelah melarikan diri dari pasukan Presiden Bashar al-Assad.

Menurut PBB, kondisi kehidupan di Idlib terus memburuk. 97 persen populasi hidup dalam kemiskinan ekstrem. Sementara 80 persen bergantung pada bantuan makanan setiap hari.

(wk/amel)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait