Adapun tujuan pengerahan pasukan itu untuk memberikan pesan kuat kepada dunia bahwa NATO penting bagi Amerika dan sekutunya serta sebagai sinyal kuat kepada Rusia.
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 03 Februari 2022 - 09:40 WIB
WowKeren - Amerika Serikat akan mengirimkan hampir 3.000 pasukan tambahan ke Polandia dan Rumania. Langkah itu dilakukan untuk membentengi Eropa Timur dari potensi dampak krisis dari langkah Rusia yang sudah lebih dulu menempatkan pasukan di dekat Ukraina. Pengumuman itu disampaikan pada Rabu (2/2).
Sebelumnya, Rusia sempat mengklaim bahwa mereka tidak menginginkan perang. Namun tampaknya sikap yang ditunjukkan bertolak belakang ketika menghina Inggris dengan menyebut Perdana Menteri Boris Johnson "benar-benar bingung" dan menyebut para politikus Inggris "bodoh dan abai".
Sementara itu, Rusia sendiri telah menempatkan lebih dari 100.000 tentara di dekat perbatasan Ukraina. Mereka mengatakan bisa mengambil tindakan militer jika tuntutan mereka tak diindahkan, termasuk janji NATO yang tidak akan pernah mengakui Kyiv.
Pentagon mengatakan bahwa sebuah skuadron Stryker dari sekitar 1.000 anggota layanan AS yang berbasis di Vilseck, Jerman akan dikirim ke Rumania. Sekitar 1.700 tentara terutama dari Divisi Lintas Udara ke-82, akan dikerahkan dari Fort Bragg, Carolina Utara, ke Polandia. Sedangkan 300 sisanya akan akan pindah dari Fort Bragg ke Jerman.
Menurut Presiden AS Joe Biden, pengarahan itu konsisten dengan pernyataannya kepada Presiden Rusia Vladimir Putin. "Selama dia bertindak agresif, kami akan memastikan kami dapat meyakinkan sekutu NATO kami dan Eropa Timur bahwa kami ada di sana," katanya, menurut laporan media di Twitter.
Adapun tujuan pengerahan pasukan itu untuk memberikan pesan kuat kepada dunia bahwa NATO penting bagi Amerika dan sekutunya. Pengerahan itu juga sebagai sinyal kuat kepada Putin.
"Kami tahu bahwa dia juga marah pada NATO," kata juru bicara Pentagon John Kirby. "Kami menjelaskan bahwa kami akan siap untuk membela sekutu NATO kami jika itu terjadi. Mudah-mudahan itu tidak akan terjadi."
Langkah AS ini juga mendapat dukungan dari Polandia. Menteri Pertahanan Polandia Mariusz Blaszczak mengatakan bahwa penempatan tentara itu adalah bentuk solidaritas yang kuat. Sementara itu, Presiden Prancis Emmanuel Macron akan membahas krisis dengan Biden segera dan tidak menutup kemungkinan untuk terbang ke Rusia menemui Putin.
(wk/zodi)