Dewan Nasional Federal UEA Kunjungi Israel, Jadi Delegasi Pertama Sejak Normalisasi Hubungan
Dunia

Sebagai informasi, Uni Emirat Arab (UEA) di tahun 2020 lalu telah melakukan normalisasi hubungan dengan Israel. Namun tampaknya tidak semua negara bagian Arab yang menerima hal tersebut.

WowKeren - Pada Senin (7/2), tiga anggota Dewan Nasional Federal Uni Emirat Arab (UEA) diketahui mengunjungi parlemen Israel. Hal ini lantas disebut menjadi yang pertama sejak normalisasi hubungan yang ditengahi oleh Amerika Serikat (AS) pada tahun 2020 lalu.

"Ketika kami berbicara tentang perjanjian Kesepakatan Abraham, kami ingin Anda melihat gambaran besarnya," tutur Ali Rashid al-Nuaimi selaku Ketua Komite Pertahanan dalam dan luar negeri dewan mengatakan di Komite Luar Negeri dan Pertahanan Israel, dilansir dari Al Jazeera, Selasa (8/2).

"Ini bukan kesepakatan politik saja, bukan masalah keamanan dan pertahanan. Tidak, ini adalah agen perubahan untuk seluruh kawasan," lanjut Nuaimi. "Keterlibatan penuh di semua sektor."

Sebelum melakukan kunjungan ke Knesset, kata Nuaimi, delegasi Emirat mengunjungi Yad Vashem, peringatan Holocaust Israel. Sebagai informasi, UEA sendiri termasuk di antara empat negara Arab yang bergabung dengan apa yang disebut dengan Kesepakatan Abraham, serangkaian pakta diplomatik dengan Israel yang ditengahi oleh pemerintahan Donald Trump.

Kemudian Bahrain, Sudan, dan Maroko mengikutinya dalam meresmikan hubungan dengan Israel. Namun di sisi lain, kesepakatan tersebut tampaknya membuat masyarakat Palestina marah, yang merasa dikhianati oleh tujuan nasional mereka.


Para pemimpin Palestina lantas menyebutnya sebagai pengabaian komitmen lama di dunia Arab yang menyerukan penarikan Israel dari wilayah yang diduduki dan penerimaan kenegaraan Palestina dengan imbalan hubungan normal dengan negara-negara Arab. Nuaimi menuturkan bahwa setelah 11 hari serangan Israel tahun 2021 di Jalur Gaza yang terkepung, menewaskan sedikitnya 260 warga Palestina, "orang-orang mempertanyakan apa yang akan terjadi dengan Kesepakatan Abraham".

"Saya ingin semua orang tahu tidak ada jalan mundur, kami bergerak maju, kami tidak mengulangi sejarah, kami sedang menulis sejarah," papar Nuaimi.

Sementara itu, Kepala Komite Luar Negeri dan Pertahanan Israel, Ram Ben Barak yang menjamu Nuaimi serta sesama anggota Dewan Nasional Federal Sara Falaknaz dan Marwan Almheiri menyebut para tamunya sebagai "tetangga dan saudara."

"Ada kesalahpahaman, seolah-olah kesepakatan normalisasi hanya didasarkan pada satu elemen, ancaman dan tantangan bersama, tetapi itu adalah bagian terkecil dari kesepakatan itu," jelas Barak. "Israel berkomitmen pada perjanjian dan berencana untuk meningkatkan dan memperluasnya di semua bidang."

Masih melansir Al Jazeera, sejak normalisasi hubungan antara kedua negara, kepemimpinan puncak Israel, termasuk Perdana Menteri dan Presiden, telah mengunjungi UEA saat kedua negara telah mencapai kesepakatan perdagangan, keamanan, dan pariwisata.

Meski demikian, normalisasi dengan Israel dinilai akan tetap menjadi isu kontroversial bagi sebagian besar populasi yang lebih besar di masing-masing negara Arab. Misalnya, kelompok oposisi di Bahrain telah menolak kesepakatan normalisasi, sementara puluhan orang Sudan berunjuk rasa menentang keputusan di Khartoum pada Oktober 2020.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait