Akibat sanksi diplomatik dan pembatasan COVID-19, kondisi perekonomian di Korut sempat mengalami masa-masa sulit. Kini Korut tampaknya mulai bangkit dari keterpurukan itu.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Selasa, 08 Februari 2022 - 13:16 WIB
WowKeren - Korea Utara (Korut) sebelumnya sempat mengalami masa-masa "suram", di mana menghadapi krisis pangan hingga diterpa COVID-19. Akibat hal ini, pejabat Korut pun sempat diminta Presiden Korut Kim Jong Un untuk segera memperbaiki kondisi tersebut.
Kini, Parlemen Korea Utara telah berjanji untuk mengembangkan ekonomi dan meningkatkan mata pencaharian masyarakat, meskipun sempat menghadapi "masalah sulit dan rumit" yang dihadapi pada tahun lalu akibat sanksi dan pandemi COVID-19. Hal ini disampaikan oleh media pemerintah pada Selasa (8/2).
Di samping itu, kantor berita resmi KCNA menyampaikan bahwa Majelis Rakyat Tertinggi (SPA), parlemen negara bagian yang terisolasi, berkumpul pada 6-7 Februari untuk membahas kerja kabinet dan anggaran pemerintah, serta mengadopsi Undang-Undang Baru tentang pengasuhan anak dan perlindungan penduduk di luar negeri. Namun pada pertemuan ini tidak dihadiri oleh Kim Jong Un.
Sehingga pada pertemuan tersebut diketahui dipimpin oleh Choe Ryong Hae selaku Ketua Komite Tetap SPA. Selama ini, parlemen disebut jarang mengadakan pertemuan. Pertemuan biasanya hanya diperuntukkan menyetujui keputusan tentang anggaran, personel dan masalah hukum. Kemudian tugas-tugas Partai Buruh yang berkuasa, yang sebagian besar anggotanya membentuk majelis.
Namun pertemuan itu terjadi ketika Korut menghadapi kesengsaraan ekonomi yang meningkat di tengah sanksi atas program senjatanya rudal balistik dan penguncian COVID-19, membuat perdagangan dengan Tiongkok, yang merupakan sekutu utama dan jalur kehidupan ekonominya menjadi macet.
Sementara itu, pada Desember lalu, Kim Jong Un sempat memuji beberapa keberhasilan yang dibuat dalam menerapkan rencana ekonomi lima tahun yang dibuat dalam menerapkan rencana ekonomi lima tahun yang dia ungkapkan awal tahun lalu, tetapi memperingatkan "perjuangan hidup dan mati yang hebat".
Maka dari itu, di tahun 2022 ini, ditargetkan bisa mencapai tujuan meningkatkan ekonomi dan kehidupan masyarakat. Di sisi lain, Kim Tok Hun selaku Perdana Menteri Kabinet Korut yang mengawasi ekonomi, dalam pertemuan SPA, ia menyampaikan tujuannya untuk mengkonsolidasikan pondasi rencana lima tahun, dengan industri logam dan kimia menjadi penghubung utama.
Kemudian, Kim juga berjanji meningkatkan upaya untuk memulihkan perdagangan, dan meningkatkan produksi pangan untuk "menormalkan" jatah makanan bagi rakyat. "Sektor pertanian akan meningkatkan produksi daging, telur, dan produk susu dan berupaya memproduksi buah-buahan, sayuran, jamur, dan tanaman penghasil minyak sehingga dapat memberikan kontribusi besar bagi makanan masyarakat," papar Kim.
(wk/tiar)