Ayesha, seorang siswa remaja di Mahatma Gandhi Memorial College di kota pesisir Udupi, mengeluh dirinya telah dilarang untuk mengikuti ujian kimia hanya karena mengenakan hijab.
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 09 Februari 2022 - 14:33 WIB
WowKeren - Larangan hijab bagi sekolah-sekolah di India telah memicu gelombang protes. Pada Rabu (9/2), pihak berwenang di India bagian selatan, Karnataka, telah memerintahkan sekolah-sekolah untuk ditutup.
Langkah itu diambil di tengah meningkatnya protes terhadap larangan hijab yang membuat siswa Muslim marah. Kebuntuan di negara bagian tersebut telah memicu ketakutan di kalangan komunitas minoritas tentang apa yang mereka katakan sebagai peningkatan penganiayaan di bawah pemerintahan nasionalis Hindu Perdana Menteri Narendra Modi.
Dalam demonstrasi tersebut petugas menembakkan gas air mata untuk membubarkan kerumunan di satu kampus yang dikelola oleh pemerintah. Tak hanya itu, polisi juga dikerahkan dalam jumlah banyak ke sekolah-sekolah di kota terdekat.
Ketua Menteri Basavaraj Bommai mengumumkan semua sekolah menengah di negara bagian itu akan ditutup selama tiga hari. "Saya menghimbau kepada semua siswa, guru dan manajemen sekolah dan perguruan tinggi untuk menjaga perdamaian dan kerukunan," ujarnya.
Sebagaimana diketahui, pada bulan lalu siswa yang ada di sekolah menengah yang dikelola oleh pemerintah dilarang memakai hijab. Ketegangan pun meningkat ketika mahasiswa Muslim mengutuk larangan tersebut sementara mahasiswa Hindu mengatakan teman sekelas mereka telah mengganggu pendidikan mereka.
Ayesha, seorang siswa remaja di Mahatma Gandhi Memorial College di kota pesisir Udupi, mempertanyakan kebijakan yang terkesan tiba-tiba itu. Ia mengeluhkan bahwa dirinya telah dilarang untuk mengikuti ujian kimia hanya karena mengenakan hijab.
"Tiba-tiba mereka mengatakan Anda tidak seharusnya memakai hijab, mengapa mereka mulai sekarang?" ujarnya kepada AFP. "Kami tidak menentang agama apapun. Kami tidak memprotes siapa pun. Itu hanya untuk hak kami sendiri."
Sementara itu, Amrut yang merupakan mahasiswa Hindu, mengeluhkan bahwa dia tidak diizinkan masuk. Perselisihan itu turut mencegahnya menghadiri kelas.
"Kami telah meminta mereka untuk tidak mengenakan hijab," katanya. "Tapi hari ini mereka memakai hijab. Mereka tidak mengizinkan kita masuk ke dalam."
Partai Bharatiya Janata, partai sayap kanan Modi memerintah Karnataka. Beberapa anggota terkemuka telah memberikan dukungan mereka di balik larangan tersebut.
(wk/zodi)