Gubernur Bali, Wayan Koster mengimbau masyarakat dan pemerintah di Pulau Dewata untuk ikut meperingati Hari Tresna Asih ketimbang Valentine. Hal itu untuk menjaga dan melestarikan budaya Bali.
- Amelia Nur Fatimah
- Rabu, 09 Februari 2022 - 15:00 WIB
WowKeren - Valentine tak dipungkiri jadi salah satu perayaan yang diperingati secara global, tak terkecuali di Indonesia. Gubernur Bali, I Wayan Koster rupanya punya perhatian sendiri mengenai valentine. Koster menyebut Bali punya budaya yang tak jauh beda dengan Valentine yang harusnya lebih dilestarikan oleh masyarakatnya.
Untuk itu, menjelang perayaan Valentine yang jatuh setiap 14 Februari, Wayan Koster mengajak masyarakat untuk memperingati hari Tresna Asih. Menurutnya, Hari Tresna Asih juga berkenaan dengan kasih sayang dan juga warisan leluhur. Koster juga menyinggung soal Valentine yang bukanlah kebudayaan Bali.
"Selama ini, sejumlah masyarakat Bali merayakan valentine day setiap tanggal 14 Februari sebagai hari kasih sayang. Yang, sesungguhnya bukan merupakan budaya Bali," ujar Koster saat konferensi pers di Gedung Gajah, Jayasbha, Denpasar, Bali, Selasa (8/2).
Menurut Koster, masyarakat Bali harusnya lebih fokus melestarikan peringatan Tresna Asih sebagai bagian dari budaya mereka. Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat termasuk pemerintah untuk melestarikan budaya tersebut.
"Sudah waktunya, kita melaksanakan hari tresna asih atau hari kasih sayang pada setiap rahina tumpek krulut, yang kita miliki di Bali sebagai warisan adiluhung dari leluhur, yang sepatutnya dilestarikan, disosialisasikan, dan dilaksanakan oleh pemerintah bersama masyarakat Bali," pesan Koster.
Dia menjelaskan bahwa merayakan hari Valentine bukan sesuatu yang negatif. Akan tetapi, menurutnya bila melaksanakan hari kasih sayang dengan cara budaya Bali maka akan sangat baik. "Kan imbauan, kalau kita punya cara dengan budaya kita, kenapa kita gunakan budaya orang lain," jelasnya.
Koster juga baru saja meneken Surat Edaran (SE) Gubernur Bali Nomor 04, Tahun 2022 tentang Tata-titi kehidupan di masyarakat di Pulau Bali. Dalam SE itu, dia mencanangkan rahina tumpek krulut sebagai Perayaan Hari Tresna Asih atau Hari Kasih Sayang, yang berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi dalam Bali era baru.
Saat rahina tumpek krulut atau hari kasih sayang pada 23 Februari nanti, seluruh masyarakat Bali diimbau agar melaksanakan perayaan secara niskala dan sakala. Ia juga menyatakan Pemerintah Provinsi Bali, bersama masyarakat telah melaksanakan Perayaan Rahina Tumpek Uye secara serentak di seluruh Bali pada Sabtu (29/1) lalu.
(wk/amel)