Setelah kematian seorang karyawan memicu tuduhan bahwa Bilibili mempekerjakan stafnya terlalu berlebihan, perusahaan mengatakan akan mempekerjakan 1.000 moderator konten baru.
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 09 Februari 2022 - 14:56 WIB
WowKeren - Kematian seorang karyawan Bilibili Inc Tiongkok saat ini tengah ramai menjadi sorotan. Kasus itu membuat perusahaan yang didukung oleh Alibaba Group, salah satu platform video terbesar di Tiongkok ramai menuai kritik.
Hal itu bermula ketika seorang pengguna di platform microblogging Weibo mengatakan bahwa ada seorang karyawan yang meninggal setelah bekerja berjam-jam selama liburan Festival Musim Semi. Tak menunggu waktu lama untuk tuduhan itu menjadi viral di media sosial.
Setelah kematian seorang karyawan memicu tuduhan bahwa mereka terlalu sadis mempekerjakan stafnya, perusahaan mengatakan pada Selasa (8/2) bahwa mereka akan mempekerjakan 1.000 moderator konten baru. Media lokal melaporkan Bilibili dalam surat internal pada hari Senin mengatakan bahwa kematian karyawan tidak disebabkan oleh lembur.
Lalu keesokan harinya, perusahaan merilis pernyataan publik untuk menerbitkan rincian kasus tersebut. Mereka menyatakan bahwa karyawan tersebut telah bekerja delapan jam sehari selama liburan.
Dalam rilis itu, Bilibili mengakui bahwa mereka telah kehilangan karyawan yang luar biasa. Untuk mencegah kasus serupa terjadi lagi di masa depan, Bilibili berjanji untuk secara lebih aktif menjamin kesehatan moderator kontennya.
"Meninggalnya seorang karyawan yang luar biasa seperti 'Twilight wooden heart' tidak hanya merupakan kerugian besar bagi perusahaan tetapi juga menjadi peringatan bagi kami," kata mereka di akun resmi Weibo. "Kita harus mengambil langkah-langkah yang lebih proaktif untuk menjamin kesehatan moderator konten kita untuk mencegah tragedi serupa terjadi lagi."
Dengan banyaknya jumlah karyawan yang akan ditambahkan maka diharapkan mampu mengurangi tekanan. Perusahaan juga akan melakukan lebih banyak pemeriksaan kesehatan untuk tim keamanan kontennya.
Sementara itu, jam kerja yang panjang dalam beberapa tahun terakhir telah menjadi topik hangat bagi pekerja teknologi Tiongkok. Mereka yang bekerja di beberapa raksasa teknologi mendapat tekanan karena budaya kerja "996" yang mengharuskan staf bekerja dari jam 9 pagi sampai jam 9 malam selama 6 hari seminggu.
(wk/zodi)