Jembatan Penghubung AS-Kanada Kembali Dibuka Usai Para Pengunjuk Rasa 'Dibersihkan' Polisi
Dunia

Sebagai informasi, para pengunjuk rasa tersebut merupakan bagian dari aksi demonstrasi terhadap mandat Vaksin COVID-19 dan pembatasan COVID-19 lain yang pecah di seluruh Kanada.

WowKeren - Jembatan penyeberangan tersibuk yang menghubungkan Amerika Serikat dengan Kanada, Ambassador Bridge, akhirnya dibuka kembali usai polisi "membersihkan" para pengunjuk rasa yang telah menduduki jembatan tersebut selama enam hari. Pada Minggu (13/2) pagi, pihak kepolisian Kanada menangkapi para pengunjuk rasa yang masih bertahan di jembatan tersebut.

Sebagai informasi, para pengunjuk rasa tersebut merupakan bagian dari aksi demonstrasi terhadap mandat Vaksin COVID-19 dan pembatasan COVID-19 lain yang pecah di seluruh Kanada. Pada Minggu sore, sebagain besar pengunjuk rasa telah pergi dan kendaraan yang menghalangi jalan telah dipindahkan.

Ambassador Bridge lantas kembali dibuka tepat sebelum tengah malam pada hari Minggu. "Hari ini, krisis ekonomi nasional kita di Ambassador Bridge telah berakhir," ujar Wali Kota Windsor, Drew Wilkens.

Sejumlah foto dan video yang menunjukkan para petugas menahan pengunuk rasa serta memindahkan kendaraan beredar di media sosial dan juga ditampilkan di televisi. Menurut pihak kepolisian, ada lebih dari dua lusin orang ditangkap secara damai, tujuh kendaraan diderek dan lima disita di dekat jembatan yang menghubungan kota Windsor, Ontario, dengan Detroit, AS, tersebut


"Ambassador Bridge sekarang terbuka penuh memungkinkan arus perdagangan bebas antara ekonomi Kanada dan AS sekali lagi," demikian pernyataan Detroit International Bridge Co selaku pemilik jembatan.

Selama hampir seminggu terakhir ini, para pengunjuk rasa di ruk, mobil dan van telah memblokir lalu lintas di kedua arah penyeberangan tersebut. Aksi ini menghambat arus barang di jalur yang membawa 25 persen dari semua perdagangan antara kedua negara itu.

"Kami memprotes pemerintah mengambil hak kami," kata penduduk Windsor bernama Eunice Lucas-Logan. "Kami ingin pembatasan dihapus. Kami harus menunggu untuk mengetahuinya."

Pria berusia 67 tahun itu telah keluar mendukung protes selama empat hari terakhir. Ia mengaku menghargai pihak kepolisian yang telah bersabar.

Pada Sabtu (12/2), polisi telah membujuk demonstran untuk memindahkan kendaraan yang digunakan untuk memblokir perlintasan. Hanya ada dua truk pick-up dan kurang dari selusin pengunjuk rasa yang memblokir jalan ke jembatan setelah jumlah berkurang semalam dan sebelum polisi turun.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait