Thailand mengungkap rencana untuk merevisi undang-undang tentang surogasi. Revisi akan mengizinkan adanya ibu pengganti serta pengiriman sel telur dan sperma ke luar negeri dari orang Thailand.
- Amelia Nur Fatimah
- Selasa, 15 Februari 2022 - 19:30 WIB
WowKeren - Praktik ibu pengganti atau surrogate mother dan donor sperma memang sudah cukup awam di luar negeri. Terutama di Amerika dan Eropa. Di wilayah Asia Tenggara, Thailand kini tampaknya mencoba untuk lebih fleksibel dengan hal-hal tersebut.
Bahkan Thailand merevisi undang-undang surrogasi untuk mengizinkan orang asing mempekerjakan ibu pengganti dari Thailand tanpa mengharuskan satu pasangan menjadi orang Thailand. Di bawah perubahan yang diusulkan, orang asing juga akan diizinkan membawa telur dan sperma keluar dari Thailand untuk ibu pengganti di luar negeri.
Revisi undang-undang tersebut bertujuan untuk mempromosikan Thailand sebagai pusat medis dan mendapatkan lebih banyak pendapatan bagi negara. Pihak berwenang berbagi bahwa revisi akan memakan waktu sekitar dua bulan untuk dipertimbangkan. Revisi juga perlu disesuaikan sebelum diajukan ke Kabinet.
Berdasarkan peraturan dan ketentuan saat ini, ibu pengganti di Thailand hanya diperbolehkan untuk pasangan Thailand atau orang asing yang memiliki pasangan Thailand. Mereka yang berada di Thailand juga tidak dapat mengirim telur atau sperma beku mereka ke luar negeri. Karena itu, menurut Direktur Jenderal Dukungan Layanan Kesehatan, Thares Krassanai-Rawiwong, Thailand kehilangan peluang atas dua pembatasan tersebut.
Jika undang-undang tersebut direvisi, maka akan ada sistem bagi perempuan Thailand yang tertarik menjadi ibu pengganti untuk mendaftar dan memastikan bahwa tidak ada aksi perdagangan anak-anak di dalamnya. Selama sembilan bulan kehamilan dan setelah melahirkan, rumah sakit akan memiliki sistem pelacakan untuk memeriksa ibu dan bayi.
Ada juga sejumlah kasus di Thailand terkait dengan surrogacy ilegal . Salah satunya terjadi di bulan Mei 2020 lalu. Seorang dokter Thailand menghadapi tuduhan perdagangan manusia dan keterlibatan dalam jaringan ilegal yang menggunakan wanita Thailand untuk membawa bayi bagi orang-orang di Cina.
Dugaan jaringan surrogacy transnasional lainnya terbongkar pada Februari 2021. Laporan mengatakan ibu pengganti tidak dapat mengantarkan anak-anak ke pembeli di luar negeri karena pembatasan perjalanan selama pandemi virus corona. Dua bayi ditemukan selama penggerebekan. Petugas juga telah menangkap empat wanita yang diyakini sebagai ibu pengganti dan tiga orang yang diduga sebagai agen.
(wk/amel)