Ibu di Malaysia Ngaku Rela Masuk Islam Demi Bisa Bersatu dengan 3 Anaknya
AFP/Manan Vatsyayana
Dunia

Seorang ibu di Malaysia tengah berjuang untuk bisa kembali dipersatukan dengan ketiga anaknya. Bahkan ibu tersebut mengaku rela pindah agama dan masuk Islam jika diperlukan.

WowKeren - Terpisah dengan 3 anaknya selama bertahun-tahun, Loh Siew Hong mengaku sangat ingin memiliki mereka kembali ke rumah. Bahkan wanita berusia 35 tahun itu mengaku bersedia masuk Islam jika itu diperlukan untuk bisa bersatu kembali dengan ketiga anaknya.

"Yang saya inginkan hanyalah membawa anak-anak saya pulang bersama saya. Kemarin, ketika saya bertemu anak-anak saya, putri saya meminta saya untuk masuk Islam dan saya mengatakan kepadanya bahwa saya tidak keberatan. Saya akan menjadi seorang Muslim selama mereka bisa pulang bersama saya, ” ujar Loh Siew Hong dalam konferensi pers yang diadakan dengan Presiden Tamilar Kural Malaysia, David Marshel, Selasa (15/2).

Loh Siew Hong mengatakan bahwa Anak-anaknya sudah mau pulang bersamanya ketika dia mengunjungi mereka di panti asuhan di Kedah, yang berada di bawah asuhan Departemen Kesejahteraan Perlis. Loh mengatakan dia telah mempercayakan anak-anaknya pada departemen kesejahteraan setelah bertemu mereka untuk pertama kalinya dalam tiga tahun di markas polisi distrik Kangar.

“Saya mengatakan kepada petugas kesejahteraan untuk menghubungi saya jika mereka membutuhkan sesuatu dan saya akan mendapatkannya untuk mereka, tetapi saya tidak pernah berharap bahwa mereka tidak akan mengizinkan saya untuk mengunjungi mereka hari ini,” katanya.


Sayangnya, Loh kembali dipersulit untuk bertemu anak-anaknya dengan alasan COVID-19. Sementara menurut David, sumbernya mengklaim bahwa departemen kesejahteraan telah kembali memindahkan ketiga anak itu ke rumah lain di Arau, Perlis.

"Saya diberitahu untuk menyelesaikan tes COVID-19 saya dengan hasilnya, jadi saya menyiapkan segalanya dan akan mengunjungi mereka ketika petugas kesejahteraan menelepon saya sekitar pukul 12.40 hari ini untuk mengatakan bahwa saya tidak diizinkan mengunjungi mereka karena peningkatan dalam kasus COVID19 di negara ini," ungkap Loh.

"Menggunakan peningkatan kasus COVID-19 sebagai alasan tidak dapat diterima karena bahkan sekarang, semua sekolah tetap buka, semua taman kanak-kanak di bawah departemen kesejahteraan tetap buka, semua sektor ekonomi terbuk" protes David.

David menekankan bahwa Loh memiliki perintah pengadilan yang memberikan hak asuh penuh atas ketiga anaknya, yang berarti tidak ada alasan yang sah bagi departemen kesejahteraan untuk mencegahnya mengunjungi anak-anaknya.

“Dia hanya mengizinkan anak-anaknya ditempatkan di bawah perawatan departemen kesejahteraan sementara menunggu aplikasi habeas corpus-nya di Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur pada 21 Februari agar anak-anak itu secara resmi diserahkan kembali kepadanya,” pungkasnya.

(wk/amel)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait