Kapolri Ungkap Jokowi Instruksikan Densus 88 Kawal Presidensi G20: Jangan Sampai Ada Letupan Kecil
presidenri.go.id
Nasional

Dalam melakukan pengamanan jalannya Presidensi G20, Jokowi pun memberikan perintah kepada Densus 88 Antiteror Polri untuk menjaga keamanan terkait terorisme.

WowKeren - Seperti yang diketahui, Indonesia dipilih sebagai tuan rumah Presidensi G20. Adapun Presidensi G20 ini akan digelar di dua tempat yakni DKI Jakarta dan Bali. Maka dari itu, pemerintah tengah mempersiapkan segala hal yang berkaitan, termasuk pengamanan.

Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo menginstruksikan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror mengawal agenda Presidensi G20, khususnya dalam mencegah ancaman terorisme. Hal ini pun disebut sebagai mandat khusus terhadap aparat keamanan.

"Beliau (Presiden Jokowi) berpesan harus kita jaga jangan sampai ada letupan sekecil apa pun," tutur Listyo dalam acara Senior Level Meeting Densus 88 Antiteror di Bali, Rabu (16/2). "Dan tentunya pesan ini amanah institusi Polri dan tentunya secara khusus bagi rekan-rekan yang tergabung dalam Densus 88."

Listyo mengatakan bahwa Jokowi ingin pengawalan penuh Presiden G20. Hal ini disebabkan acara tersebut merupakan agenda internasional yang disorot oleh warga dunia, sehingga harus dijaga kelancarannya.


Selain mengawal dan mengamankan jalannya Presidensi G20, Listyo juga meminta Densus 88 Antiteror untuk mengawal kompetisi MotoGP Mandalika di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Menurutnya, kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif selama kegiatan internasional akan mengharumkan nama Indonesia.

"Oleh karena itu di tahun 2022 kita targetkan Indonesia zero atack, rekan-rekan harus siap menghadapi perubahan, kuncinya kita belajar, kembangkan organisasi Densus 88," tegas Listyo.

Sebelumnya, Listyo juga telah menginstruksikan Densus 88 Antiteror untuk melakukan pemantauan terhadap perkembangan terorisme internasional. Hal ini disebut sebagai upaya Densus 88 dalam mengembangkan kemampuan menghadapi segala bentuk tantangan yang ada.

Listyo pun mengatakan bahwa tantangan yang akan dihadapi oleh Densus 88 Antiteror ke depannya adalah terkait teknologi informasi (TI). Dengan kemajuan teknologi yang begitu pesat, kerap kali dimanfaatkan oleh para kelompok terorisme.

Lebih lanjut, Listyo menuturkan bahwa Densus 88 Antiteror telah mengalami peningkatan dalam menangkap teroris. Di tahun 2020 lalu, Densus 88 disebut telah berhasil meringkus 232 tersangka terorisme. Kemudian di tahun 2021, menangkap 370 tersangka.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait