Tak Akan Main Skate Lagi! Atlet Figur Skating Rusia Ini Kecewa Cuma Raih Perak di Olimpiade Beijing
Dunia

Atlet figur skating asal Rusia, Alexandra Trusova terlihat emosi dan kecewa usai hanya meraih perah di Olimpiade Beijing 2022. Trusova bahkan sempat mengaku tak ingin bermain skate lagi.

WowKeren - Tekanan besar yang membebani para skater remaja terlihat sangat jelas pada Kamis (17/2) ketika peraih medali perak Alexandra Trusova (17) menangis sebelum upacara podium setelah nomor tunggal putri di Olimpiade Beijing 2022.

Atlet Rusia berusia 17 tahun, yang mencoba mencoba lima quadruple jumps dalam satu high-octane routine di Capital Indoor Stadium itu kehilangan kesempatan meraih medali emas dengan 4,22 poin setelah juri lebih memilih free skate rekan senegaranya Anna Shcherbakova.

Penampilan atletik Trusova dalam "I Wanna Be Your Dog" milik Cruella and the Stooges membantunya mencetak lebih banyak poin dalam free skate. Tapi sayangnya itu tidak cukup untuk menebus penampilannya yang mengecewakanpada hari Selasa lalu.

Trusova tampak sangat kecewa dan putus asa dengan hasil yang didapatnya. Bahkan Trusova sambil menangis usai pertandingan mengaku sangat benci dengan figure skating dan tidak akan pernah lagi mau bermain skate.


"Setiap orang memiliki medali emas, semua orang, tapi bukan saya. Saya benci skating. Saya benci itu. Saya benci olahraga ini. Saya tidak akan pernah bermain skate lagi. Tidak akan pernah," ujar Trusova sambil meninggalkan pandangan Eteri Tutberidze, yang melatihnya, Shcherbakova and Valieva.

Trusova, peraih medali perunggu kejuaraan dunia, menjelaskan dalam konferensi pers pasca-acara, di mana dia juga hampir menangis. Trusova mengungkap bagaimana kerasnya ia berjuang dalam tekanan karena belum memenangkan turnamen besar selama 3 tahun terakhir.

"Saya sudah tiga tahun tidak memenangkan turnamen besar. Saya selalu berusaha mencapai tujuan, saya selalu menambahkan lebih banyak paha depan. Dan ketika saya mencapai itu, saya akan menang. Ini tidak terjadi, itu sebabnya saya kesal," ungkapnya.

"Hanya karena. Saya ingin menangis, jadi saya menangis. Saya sudah tiga minggu sendirian tanpa ibu saya, anjing-anjing saya. Jadi saya menangis," sambungnya saat ditanya alasan kenapa menangis saat itu.

Tim Komite Olimpiade Rusia berada di tengah badai doping sejak tersiar kabar pekan lalu bahwa Valieva gagal dalam tes doping di kejuaraan nasionalnya Desember lalu. Dia akhirnya diizinkan untuk bermain skate pada hari Senin di acara tunggal putri oleh Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) setelah pengadilan tertinggi olahraga menguatkan keputusan Badan Anti-Doping Rusia untuk mencabut larangan sementara padanya.

(wk/amel)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait