Masih ingat dengan bocah asal Maroko yang membuat dunia berduka atas kematiannya beberapa waktu lalu? Kasus seperti Rayan itu terulang lagi dan menimpa seorang bocah laki-laki di Afghanistan.
- Amelia Nur Fatimah
- Jumat, 18 Februari 2022 - 20:58 WIB
WowKeren - Haidar, bocah lelaki berusia 5 tahun sejak Selasa (15/1) lalu tergelincir dan terperangkap di dasar sumur yang digali di Shokak, desa kering di provinsi Zabul, Afghanistan, sekitar 400 kilometer barat daya ibu kota Kabul. Sayangnya, pada Jumat (18/2), usai upaya penyelamatan selama 3 hari, Haidar meninggal dunia setelah sempat ditarik keluar hidup-hidup keluar dari sumur.
"Dengan sangat sedih, Haidar muda dipisahkan dari kami selamanya," kata penasihat senior kementerian dalam negeri Taliban, Anas Haqqani, dalam sebuah tweet yang digaungkan oleh beberapa rekannya.
Juru bicara polisi Zabul, Zabiullah Jawhar, mengatakan kepada AFP bahwa Haidar masih hidup ketika penyelamat mencapainya. Haidar sempat diberikan oksigen setelah berhasil keluar dengan kondisi hidup dari sumur. Nahas, saat hendak dibawa menggunakan helikopter, Haidar tak bisa bertahan lebih lama lagi.
"Pada menit-menit pertama setelah operasi penyelamatan selesai dia bernapas, dan tim medis memberinya oksigen. Ketika tim medis mencoba membawanya ke helikopter, dia kehilangan nyawanya," terangnya.
Insiden ini mengingatkan kembali akan peristiwa serupa yang terjadi di Maroko sekitar 2 minggu lalu. Di mana Rayan, seorang bocah yang juga masih berusia 5 tahun meninggal karena terjebak di dalam sumur hingga membuat dunia berduka. Saat itu, upaya luar biasa dilakukan Maroko untuk berusaha menyelamatkan anak tersebut hingga menyita berhatian dunia.
Kakek Haidar, Haji Abdul Hadi yang berusia 50 tahun, mengatakan bahwa bocah itu jatuh ke dalam sumur ketika dia mencoba untuk membantu orang dewasa menggali lubang bor baru di desa yang dilanda kekeringan. Para pejabat mengatakan dia tergelincir ke dasar lubang sempit sepanjang 25 meter, dan ditarik dengan tali sekitar 10 meter sebelum terjebak.
Video yang dibagikan pada Kamis (17/2) di media sosial menunjukkan bocah itu terjepit di dalam sumur tetapi bisa menggerakkan lengan dan tubuh bagian atasnya.
"Apakah kamu baik-baik saja anakku? Bicaralah denganku dan jangan menangis, kami sedang berusaha mengeluarkanmu," ujar sang ayah dalam video itu. "Oke, aku akan terus bicara," jawab bocah itu dengan suara sedih.
Operasi penyelamatan Haidar juga menggunakan teknik yang mirip dengan apa yang dilakukan oleh tim penyelamat di Maroko saat berusaha menyelamatkan Rayan. Diketahui bahwa kasus Rayan mendapat perhatian global dan memicu curahan simpati online, dengan tagar Twitter berbahasa Arab #SaveRayan menjadi trending.
(wk/amel)