Thailand sedang mengalami krisis mengenai kelahiran. Pemerintah Thailand pun berencana membayar para selebriti hingga influencer untuk mengajak pasangan mau punya anak.
- Amelia Nur Fatimah
- Senin, 21 Februari 2022 - 15:57 WIB
WowKeren - Thailand ingin wanita memiliki lebih banyak bayi. Karena itu, pihak berwenang berencana membayar ibu-ibu influencer dan orangtua selebriti untuk membantu menginspirasi pasangan muda punya keinginan memiliki anak. Kementerian Kesehatan Masyarakat memimpin upaya tersebut menyusul laporan bahwa tingkat kelahiran di Thailand turun ke level terendah dalam 50 tahun terakhir.
Melansir The Thaiger, Awal mulanya, di masa lalu rata-rata wanita Thailand akan memiliki 5 anak. Dengan kekhawatiran kelebihan penduduk, pemerintah akhirnya meluncurkan kampanye pada tahun 1972 dengan slogan "Lebih banyak bayi, lebih banyak kemiskinan".
Setelah 50 tahun sukses, jumlah anak yang baru lahir terus menurun. Kebanyakan orang tidak ingin memiliki anak karena enggan terbebani dengan biaya. Selain itu, lebih banyak orang lajang, terutama wanita dengan pendidikan dan karir stabil melihat pernikahan sebagai hal yang tidak penting.
Tapi sekarang tingkat kelahiran yang turun menjadi ancaman bagi ekonomi masa depan Thailand. Kantor Dewan Pembangunan Ekonomi dan Sosial Nasional tingkat kelahiran yang rendah dapat menyebabkan masalah di masa depan. Seperti di antaranya kekurangan tenaga kerja dan penerimaan pajak yang kurang.
Sayangnya, gagasan itu mendapat reaksi keras dari sejumlah pihak. Orang-orang mengatakan bahwa pemerintah harusnya lebih fokus pada perbaikan krisis ekonomi karena itulah alasan mengapa orang menghindari memiliki anak.
Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan Masyarakat, Satit Pitutecha menyampaikan bahwa angka kelahiran rendah menjadi topik nasional. Satit Pitutecha mengatakan bahwa ada baiknya masyarakat berbagi pendapat mereka tentang kampanye tersebut.
Ia juga menambahkan bahwa ide untuk mempekerjakan influencer hanyalah salah satu dari rencana dan ada lebih banyak langkah yang direncanakan pemerintah untuk memperbaiki masalah tersebut. Menteri juga membahas biaya hidup dan bagaimana rencana pemerintah untuk membuatnya lebih terjangkau bagi keluarga untuk membesarkan anak.
Thailand tengah memasuki era kekurangan bayi baru lahir, turun menjadi 544.570 pada tahun 2021. Sampai 2021, jumlah bayi baru lahir lebih rendah dari jumlah orang yang meninggal. Dewan Pembangunan Ekonomi dan Sosial Nasional memperkirakan bahwa pada tahun 2025, Thailand akan memasuki masyarakat yang menua sepenuhnya, dengan lebih dari 14,5 juta orang berusia di atas 60 tahun, atau 20,7% dari total populasi.
(wk/amel)