Pada Senin (21/2), Ukraina mengatakan bahwa ada sekitar 10 maskapai yang telah berhenti terbang di sana ketika Amerika Serikat memperingatkan kemungkinan serangan.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 22 Februari 2022 - 11:01 WIB
WowKeren - Tensi yang kian memanas antara Ukraina dan Rusia tampaknya semakin memanas. Hal itu berbuntut pada langkah sejumlah negara yang melarang maskapainya terbang di atas langit Ukraina.
Pada Senin (21/2), Ukraina mengatakan bahwa ada sekitar 10 maskapai yang telah berhenti terbang di sana ketika Amerika Serikat memperingatkan kemungkinan serangan oleh pasukan Rusia yang berkumpul di perbatasan. Namun, Ukraina mengatakan bahwa wilayah udara mereka masih terbuka dan aman.
Sebagaimana diketahui, maskapai Lufthansa dari Jerman mengatakan akan menghentikan penerbangan ke Ukraina mulai Senin. Langkah ini sebelumnya telah dilakukan oleh maskapai KLM. Ada juga Maskapai Skandinavia SAS yang menangguhkan penerbangan mingguan.
Sementara itu, Air France telah memutuskan untuk membatalkan penerbangan pada Selasa (22/2) yang melayani rute Paris dan Kyiv sebagai langkah pencegahan. Menteri Infrastruktur Oleksandr Kubrakov mengatakan bahwa pembatalan penerbangan tak seharusnya dilakukan, sebab hal itu hanya berangkat dari informasi tertentu yang justru bisa memperburuk keadaan.
"Pembatalan penerbangan saat ini oleh sejumlah maskapai asing ditentukan semata-mata oleh informasi yang memperburuk situasi," ujarnya. "Dan bukan oleh perubahan nyata dalam keselamatan penerbangan."
Oleh sebab itu, Ukraina disebutnya saat ini tengah berupaya untuk mencari pengganti untuk penerbangan yang dibatalkan tersebut. Untuk menggantikan rute Lufthansa yang dibatalkan, Kubrakov menyatakan sudah ada Ukraine International Airlines (UIA) yang membuka penjualan tiket dan meningkatkan kapasitas pesawat untuk penerbangan tambahan dari Kyiv ke Munich dan Jenewa.
UIA mengatakan 13 pesawat masih aktif. Maskapai ini memiliki total 26 pesawat dalam armadanya namun 9 di antaranya meninggalkan negara itu minggu lalu untuk menuju lokasi penyimpanan di Eropa.
UIA mengoperasikan campuran pesawat penumpang jarak menengah Boeing 737 dan armada jet regional Embraer yang lebih kecil. Tiga jet Boeing jarak jauh yang lebih besar dihentikan selama pandemi virus corona.
Sementara itu, tensi dengan Rusia kian memanas ketika Presiden Vladimir Putin mengakui wilayah pemberontak. Yang mana, hal ini memicu kecaman dari Barat.
(wk/zodi)