Trump juga mengkritik respons Washington yang dinilainya lemah dan tak sesuai dengan aksi Rusia. Ia mengatakan bahwa dampak konflik Rusia-Ukraina sudah mulai terasa.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 23 Februari 2022 - 11:15 WIB
WowKeren - Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump memuji langkah Presiden Rusia Vladimir Putin yang mengakui dua wilayah yang memisahkan diri dari Ukraina sebagai wilayah merdeka. Menurut Trump, keputusan Putin tersebut adalah langkah "jenius".
Hal ini disampaikan Trump dalam program radio sayap kanan. Dimana sang pembawa acara bertanya kepada Trump tentang keputusan Putin yang mengakui dua wilayah yang memisahkan diri di Ukraina timur sebagai wilayah yang merdeka.
"Saya masuk kemarin dan ada layar televisi, dan saya berkata, 'Ini jenius'," jawab Trump. "Putin menyatakan sebagian besar wilayah Ukraina sebagai negara merdeka. Oh, itu luar biasa."
Meski memberikan pujian terhadap Putin, Trump sesumbar bahwa krisis Ukraina tidak akan terjadi di bawah pemerintahannya. Ia mengatakan bahwa krisis tersebut dapat benar-benar dihindari apabila telah "ditangani dengan benar" oleh Presiden Joe Biden.
"Saya mengenal Vladimir Putin dengan sangat baik, dan dia tidak akan pernah melakukan apa yang dia lakukan sekarang di masa pemerintahan Trump, tidak mungkin!" tuturnya.
Trump juga mengkritik respons Washington yang dinilainya lemah dan tak sesuai dengan aksi Rusia. Ia mengatakan bahwa dampak konflik Rusia-Ukraina sudah mulai terasa.
"Kini sudah dimulai, harga minyak naik dan semakin tinggi, dan Putin tidak hanya mendapatkan apa yang selalu dia inginkan, tetapi juga menjadi, karena lonjakan minyak dan gas, semakin kaya," jelas Trump.
Di sisi lain, mantan penasihat Gedung Putih Rusia Fiona Hill mengatakan kepada CNN bahwa kebijakan luar negeri Trump telah membuat Putin makin berani. Trump disebut didorong oleh kepentingan pribadi daripada kepentingan nasional.
"Tidak ada Tim Amerika untuk Trump. Tidak sekali pun saya melihatnya melakukan sesuatu untuk mengutamakan Amerika. Tidak sekali. Tidak sedetik pun," ujar Hill yang pernah menjadi salah satu ajudan senior Trump.
(wk/Bert)