Amerika Serikat (AS), Uni Eropa dan Inggris mengumumkan rencana untuk menargetkan bank dan elit Rusia. Sedangkan Jerman menghentikan proyek pipa gas besar dari Rusia.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 23 Februari 2022 - 15:14 WIB
WowKeren - Ukraina menyampaikan terima kasih atas sanksi yang diberlakukan sejumlah negara kepada Rusia. Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden diketahui telah mengumumkan "tahap pertama" sanksi terhadap Rusia.
Kuasa Usaha Ukraina di Australia, Volodymyr Shalkivskyi, lantas mengatakan bahwa negaranya berterima kasih atas sanksi tersebut. Shalkivskyi meminta semua mitra internasional Ukraina untuk turun tangan dan memperkenalkan sanksi kepada Rusia untuk menghindari "skenario terburuk", yaitu invasi skala penuh.
"Kami bersyukur atas sanksi yang diperkenalkan oleh mitra kami. Namun kami membutuhkan kesatuan posisi komunitas internasional," ujarnya kepada Sky News di Canberra. "Ini berarti seluruh mitra internasional kami perlu turun tangan dan memperkenalkan sanksi kepada Rusia untuk menghindari skenario terburuk, invasi skala penuh."
Sebelumnya, sejumlah negara-negara Barat telah menghukum Rusia dengan sanksi baru pada Selasa (22/2) karena mereka memerintahkan pasukan ke wilayah separatis Ukraina timur. Pihak Barat juga mengancam akan bertindak lebih jauh jika Moskow melancarkan invasi habis-habisan ke Ukraina.
Amerika Serikat (AS), Uni Eropa dan Inggris mengumumkan rencana untuk menargetkan bank dan elit Rusia. Sedangkan Jerman menghentikan proyek pipa gas besar dari Rusia.
Rusi disebut-sebut telah mengumpulkan lebih dari 150 ribu tentara di dekat perbatasan Ukraina. Menurut perusahaan AS Maxar, citra satelit selama 24 jam terakhir menunjukkan beberapa penempatan pasukan dan peralatan baru di Rusia barat dan lebih dari 100 kendaraan di lapangan terbang kecil di Belarus selatan, yang berbatasan dengan Ukraina.
Diplomasi intens yang telah dilakukan selama berminggu-minggu tampaknya tidak menunjukkan hasil positif. Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dan Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian akhirnya membatalkan pertemuan terpisah yang dijadwalkan dengan mitra Rusia Sergei Lavrov pada Selasa.
"Sederhananya Rusia baru saja mengumumkan bahwa mereka sedang menguruk sebagian besar Ukraina," ujar Biden pada Selasa. "Ini merupakan awal dari invasi Rusia."
Pada Rabu (23/2) pagi ini, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan dia selalu terbuka untuk menemukan solusi diplomatik. Namun ia juga mengatakan, "kepentingan Rusia dan keamanan warga merupakan prioritas bagi kami."
(wk/Bert)