Chernobyl Dikuasai Rusia, Ukraina Berhasil Rebut Kembali Bandara Militer Utama
AFP
Dunia

Pejabat Ukraina menyatakan berhasil merebut kembali bandara militer utama mereka. Di sisi lain, pasukan khusus Rusia telah merebut sejumlah lokasi di Ukraina termasuk pembangkit listrik Chernobyl.

WowKeren - Rusia dikabarkan telah merebut dan menguasai sejumlah lokasi di Ukraina. Tapi para pejabat Ukraina pada Kamis (24/2), mengatakan bahwa mereka telah mendapatkan kembali bandara militer utama ketika pasukan khusus Rusia merebut lokasi-lokasi di negara itu termasuk pembangkit listrik Chernobyl.

Akun Telegram resmi Parlemen Ukraina mengatakan bahwa Bandara Antonov di Hostomel berada "sepenuhnya di bawah kendali" pasukan Ukraina. Melansir dari ABC News, hal itu disebut oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Anton Geraschenko disebut sebagai "kemenangan besar pertama".

Sementara itu, video yang diposting di media sosial pada hari sebelumnya tampaknya menunjukkan helikopter militer Rusia dalam perjalanan untuk menangkap bandara kargo internasional dan fasilitas pengujian di pinggiran barat laut Kyiv.

"Dua puluh helikopter KA-52 dan Mi-8 dari Federasi Rusia mendarat di lapangan terbang Gostomel, pertempuran sedang berlangsung. Musuh melanjutkan tindakan agresif di sepanjang garis perbatasan bersama," cuit mantan juru bicara Zelensky, Iuliia Mendel .

Sebelumnya CNN melaporkan bahwa sejumlah helikopter Rusia yang belum dikonfirmasi ditembak jatuh selama pertarungan memperebutkan lapangan terbang.


Sebelumnya, pejabat Ukraina mengatakan pasukan militer Rusia merebut seluruh area di sekitar pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl yang sekarang ditinggalkan. Mencakup gudang negara untuk limbah nuklir dari pembangkit listrik lainnya. Seperti diketahui, Chernobyl adalah lokasi bencana nuklir terbesar di dunia pada tahun 1986, setelah salah satu reaktor pembangkit itu meleleh.

"Zona Chernobyl -- zona eksklusi -- dan semua instalasi pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl telah dikuasai kelompok bersenjata Rusia," kata Perdana Menteri Ukraina, Denys Shmyhal dalam pernyataan yang disiarkan televisi Kamis malam Seperti yang dilaporkan The Washington Post.

Ini terjadi setelah pertempuran di lapangan antara tentara Rusia dan pasukan Garda Nasional Ukraina yang secara rutin ditempatkan di sekitar pabrik sebagai tindakan pengamanan.

Sebelumnya, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky mentweet bahwa pasukan Rusia berusaha merebut pabrik Chernobyl.

"Pembela kami memberikan hidup mereka sehingga tragedi 1986 tidak akan terulang. Ini adalah deklarasi perang melawan seluruh Eropa," pungkas Zelensky dalam cuitannya.

(wk/amel)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait