Pemerintah Ukraina Disebut Minta Tolong Para Hacker Untuk Melawan Rusia
Pixabay/Ilustrasi
Dunia

Permintaan relawan peretas alias hacker disebut mulai muncul di forum peretas pada Kamis (24/2) pagi, ketika pasukan Rusia menyerang kota-kota di seluruh Ukraina.

WowKeren - Serangan Rusia ke Ukraina sudah dimulai sejak Kamis (24/2) kemarin. Pemerintah Ukraina lantas meminta sukarelawan dari komunitas hacker untuk membantu melindungi infrastruktur penting dan melakukan misi mata-mata dunia maya terhadap pasukan Rusia.

Hal ini diungkapkan oleh dua orang sumber yang terlibat dalam proyek tersebut. Permintaan sukarelawan hacker disebut mulai muncul di forum peretas pada Kamis pagi, ketika pasukan Rusia menyerang kota-kota di seluruh Ukraina.

"Komunitas siber Ukraina! Saatnya untuk terlibat dalam pertahanan dunia maya negara kita," demikian kutipan unggahan tersebut.

Para hacker dan pakar keamanan dunia maya diminta untuk mengirimkan aplikasi melakukan Google Docs. Mereka diminta untuk mencantumkan spesialisasi mereka, seperti pengembangan malware, dan referensi profesional.

Yegor Aushev yang merupakan salah satu pendiri perusahaan keamanan siber di Kyiv mengatakan kepada Reuters bahwa ia membuat unggahan tersebut atas permintaan pejabat senior Kementerian Pertahanan yang menghubunginya pada hari Kamis. Diketahui, perusahan Aushev Cyber Unit Technologies memang dikenal bekerja sama dengan pemerintah Ukraina dalam pertahanan infrastruktur penting.


Aushev mengatakan para sukarelawan akan dibagi menjadi unit cyber defensif dan ofensif. Unit defensif akan digunakan untuk mempertahankan infrastruktur seperti pembangkit listrik dan sistem air. Dalam serangan dunia maya tahun 2015, yang kerap dikaitkan dengan peretas negara Rusia, 225.000 warga Ukraina sempat kehilangan tenaga listrik. Sedangkan unit ofensif akan membantu militer Ukraina melakukan operasi spionase digital melawan invasi pasukan Rusia.

"Kami memiliki tentara di dalam negara kami," kata Aushev. "Kita perlu tahu apa yang mereka lakukan."

Sementara itu, orang lain yang terlibat langsung dalam langkah tersebut juga membenarkan bahwa permintaan tolong kepada komunitas hacker itu datang dari Kementerian Pertahanan pada Kamis pagi. Meski demikian, perwakilan Kementerian Pertahanan Ukraina tidak menanggapi permintaan komentar terkait isu ini.

Sebelumnya, perangkat lunak perusak baru sempat ditemukan beredar di Ukraina pada Rabu (23/2). Menurut para peneliti di perusahaan keamanan siber ESET, perangkat lunak tersebut telah mengenai ratusan komputer.

Kecurigaan langsung tertuju pada Rusia, yang telah berulang kali dituduh melakukan peretasan terhadap Ukraina dan negara-negara lain. Korban hacker Rusia disebut meliputi lembaga pemerintah dan lembaga keuangan. Namun pihak Rusia telah membantah tuduhan tersebut.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait