Timeline Konflik Rusia-Ukraina, Berakar dari Tuntutan Vladimir Putin yang Tak Diindahkan Barat
Twitter/KremlinRussia_E
Dunia

Invasi Rusia ke Ukraina pada Kamis (24/2) tengah menjadi sorotan dunia saat ini. Berikut garis waktu yang menjelaskan secara garis besar penyerangan Rusia ke Ukraina.

WowKeren - Invasi Rusia ke Ukraina pada Kamis (24/2) tengah menjadi sorotan dunia saat ini. Sebelumnya, Rusia telah mengumpulkan pasukannya di perbatasan selama lebih dari dua bulan.

Hingga langkah Rusia yang memberikan pengakuan pada dua wilayah separatis memicu sejumlah negara Barat yang kemudian menjatuhkan sanksi. Berikut garis waktu yang menjelaskan secara garis besar terkait penyerangan Rusia ke Ukraina.

November 2021

Rusia mengumpulkan pasukan di perbatasan dengan Ukraina berdasarkan citra satelit. Kyiv mengatakan jika Moskow melakukan mobilisasi 100.000 tentara beserta tank dan perangkat militer lainnya.

Desember 2021

Presiden Amerika Serikat Joe Biden ikut merespons Rusia dengan memperingatkan bahwa ia akan memberikan sanksi ekonomi jika Vladimir Putin benar-benar akan menyerang Ukraina pada 7 Desember.

Lalu pada 17 Desember, Rusia meminta NATO untuk menghentikan aktivitasnya di Eropa timur dan Ukraina. Di antara tuntutannya, Rusia juga meminta agar NATO tak menerima Ukraina sebagai anggota, begitu juga dengan negara-negara bekas Uni Soviet.

Januari 2021

Pada 10 Januari pejabat AS dan Rusia bertemu untuk melakukan pembicaraan diplomatik di Jenewa. Namun, pertemuan itu tidak mampu mencapai kesepakatan karena Rusia tetap pada tuntutannya.

Pada 24 Januari, NATO mulai memperkuat kehadiran militernya di Eropa Timur dan menempatkan pasukan dalam keadaan siaga. Beberapa negara Barat juga mulai mengevakuasi staf kedutaan dari Kyiv.

AS menanggapi tuntutan Rusia dengan menegaskan bahwa NATO akan menerima siapa saja sebagai anggota mereka pada 26 Januari. Sehari setelahnya, Biden memperingatkan kemungkinan serangan Rusia.

28 Januari, Putin mengatakan masih membuka diskusi meskipun tuntutannya belum ditanggapi. Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy memperingatkan Barat untuk tidak memicu kepanikan.

Awal Hingga Pertengahan Februari 2021

Putin membantah bahwa ia akan melancarkan invasi ke Ukraina pada 1 Februari dan menuduh AS mengabaikan tuntutannya. Pada 6 Februari, Rusia membangun 70 persen dari pembangunan militer yang dibutuhkan untuk meluncurkan invasi skala penuh ke Ukraina.

Presiden Prancis Emmanuel Macron bertemu Putin pada 8 Februari untuk mencari kesepakatan. Namun Kremlin menyatakan bahwa kedua negara rupanya tidak dapat mencapai kesepakatan.

10 Februari, Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss dan Menlu Rusia Sergey Lavrov mengadakan pembicaraan namun tanpa hasil. Sehari setelahnya, Pentagon memerintahkan tambahan 3.000 tentara AS untuk dikirim ke Polandia untuk meyakinkan sekutu.


Itu dilakukan setelah Penasihat keamanan nasional Biden, Jake Sullivan mengatakan intelijen AS menunjukkan invasi Rusia dapat dimulai dalam beberapa hari. Sejumlah negara mulai memerintahkan warganya untuk meninggalkan Ukraina.

Biden dan Putin kemudian melakukan pembicaraan melalui video pada 12 Februari. Biden memperingatkan bahwa serangan Rusia bisa berdampak luas sedangkan Rusia kembali mengingatkan tuntutannya yang belum terpenuhi.

17 Februari

Biden dan Blinken memperingatkan bahwa Rusia siap menyerang Ukraina. Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg juga menyuarakan keprihatinan bahwa Rusia mungkin mencoba untuk berdalih soal serangan ke Ukraina menyusul laporan penembakan di timur negara itu yang dilanda konflik.

18 Februari

Biden kembali memperingatkan Putin untuk tidak memulai perang. Ia menegaskan bahwa pintu diplomasi masih akan tetap terbuka.

19 Februari

Para pemimpin dua wilayah Ukraina yang memisahkan diri yang didukung Rusia mengumumkan mobilisasi umum. Hal ini memicu kekhawatiran akan eskalasi lebih lanjut. Kyiv mengatakan bahwa seorang tentara Ukraina tewas dalam penembakan separatis.

21 Februari

Putin mengakui kemerdekaan dua wilayah pemberontak Ukraina, Donetsk dan Luhansk. Ia kemudian memerintahkan pasukan Rusia untuk masuk untuk misi perdamaian.

22 Februari

Biden mengumumkan sanksi terhadap Rusia atas langkah tersebut termasuk membuat Rusia kekurangan pembiayaan. Biden dalam pernyataannya juga akan menargetkan lembaga keuangan. Bagi AS, pengerahan tentara Rusia ke dua wilayah tersebut merupakan sebuah awal invasi.

23 Februari

Ukraina menyatakan keadaan darurat nasional sebagai tanggapan atas ancaman Rusia. Moskow mulai mengevakuasi kedutaan besarnya di Kyiv. Biden mengizinkan sanksi untuk bergerak maju terhadap perusahaan yang membangun pipa gas Nord Stream 2 Rusia-ke-Jerman dan terhadap CEO perusahaan.

24 Februari

Pasukan Rusia melancarkan serangan ke Ukraina. Putin dalam pidatonya memperingatkan konsekuensi jika negara-negara lain ikut campur. Puluhan orang dinyatakan tewas dan rakyat Ukraina terpaksa harus mengungsi dan mengamankan diri usai Rusia mulai menyerang beberapa kota di negara mereka.

Rusia dikabarkan telah merebut sejumlah wilayah Ukraina termasuk Chernobyl. Namun pejabat Ukraina menegaskan bahwa mereka berhasil mendapatkan kembali bandara militer utama. Imbas serangan itu, Swedia, Polandia, dan Republik Ceko menyatakan tak akan ikut kualifikasi Piala Dunia yang diselenggarakan di Rusia.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait