Suara Ledakan Invasi Rusia Terdengar di Wilayah Ibu Kota Ukraina Jelang Pertemuan Negara Barat
Dunia

Meski telah mendapat kecaman dari sejumlah negara Barat, bahkan NATO, Rusia tampaknya tak gentar sekalipun untuk menyudahi invasi. Bahkan semakin gencar meluncurkan serangan.

WowKeren - Pada Jumat (25/2), Rusia diketahui menekan invasinya ke Ukraina ke pinggiran Ibu Kota setelah melancarkan serangan udara di kota-kota dan pangkalan militer, serta mengirimkan pasukan dan tank dari tiga pihak dalam serangan yang dapat mengubah keamanan global pasca Perang Dingin.

Adapun ledakan terdengar sebelum fajar di Kyiv dan tembakan dilaporkan di pusat kota ketika para pemimpin Barat menjadwalkan pertemuan darurat dan Presiden Ukraina memohon bantuan internasional untuk menangkis serangan yang dapat menggulingkan pemerintahannya yang terpilih secara demokratis, menyebabkan korban besar dan menimbulkan kerusakan pada ekonomi global.

Selain itu, suara tembakan juga terdengar di dekat kawasan pemerintah ibukota Ukraina. Di antara tanda-tanda bahwa Ibu Kota Ukraina semakin terancam, militer mengatakan pada Jumat (25/2), bahwa sekelompok mata-mata dan penyabot Rusia terlihat di sebuah distrik Kyiv sekitar 5 km utara dari pusat kota.


Di sisi lain, polisi mengatakan kepada orang-orang untuk tidak keluar dari stasiun kereta bawah tanah di pusat kota karena ada tembakan di daerah tersebut. Menanggapi hal tersebut, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken mengatakan bahwa Kyiv "bisa saja dikepung" dalam apa yang diyakini para pejabat AS sebagai upaya berani oleh Presiden Rusia Vladimir Putin untuk memasang rezimnya sendiri.

Serangan itu diantisipasi selama berminggu-minggu oleh AS dan sekutu Barat, di mana dianggap sebagai perang darat terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II. Setelah berulang kali menyangkal rencana untuk menyerang, Putin yang otokratis melancarkan serangannya ke negara tersebut yang semakin condong ke Barat, dengan demokratis dan menjauh dari kekuasaan Moskow.

Lebih lanjut, pegangannya pada kekuasaan juga semakin lemah, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy lantas mengimbau para pemimpin global untuk sanksi yang lebih berat daripada yang dikenakan oleh sekutu Barat dan untuk bantuan pertahanan.

"Jika Anda tidak membantu kami sekarang, jika Anda gagal menawarkan bantuan yang kuat ke Ukraina, besok perang akan mengetuk pintu Anda," tutur Zelenskyy.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait