Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy diketahui terpilih dan dilantik sebagai pemimpin negara tersebut pada tahun 2019 lalu. Di balik kemenangannya dalam pemilihan Presiden, ia menyimpan fakta menarik.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Jumat, 25 Februari 2022 - 19:12 WIB
WowKeren - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy yang terpilih sebagai pemimpin negara tersebut pada tahun 2019 lalu itu rupanya menyimpan fakta menarik. Sebelum akhirnya menjadi Pemimpin Ukraina, Zelenskyy diketahui sempat memerankan sebuah peran menjadi seorang Presiden di TV.
Pria yang saat ini berusia 44 tahun itu memimpin Ukraina saat menghadapi kondisi krisis, di mana Rusia telah melakukan invasi penuh pada Kamis (24/2). Atas invasi yang dilakukan oleh Presiden Vladimir Putin itu tak hanya mengancam pemerintahannya saja, tetapi juga mungkin hidupnya.
Adapun kehidupan dan karir Zelenskyy itu sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan para pemimpin internasional lainnya. Bahkan ia juga telah menghadapi serangkaian krisis yang tampaknya tidak berkesudahan sejak menjabat sebagai Presiden Ukraina.
Zelenskyy diketahui telah menikah dan memiliki dua orang anak. Latar belakang pendidikannya sendiri, ia merupakan lulusan dari Universitas Ekonomi Nasional Kyiv pada tahun 2000 silam, dengan gelar sarjana hukum, namun ia memutuskan untuk mengear karir yang berbeda dengan bidang pendidikannya.
Di tahun 1997, Zelenskyy membentuk sebuah grup komedi Kvartal 95 dengan aktor lainnya. Kemudian di tahun 2003, grup tersebut mulai memproduksi program televisis.
Kemudian, di tahun 2015, Zelenskyy mulai membintangi peran yang tidak diduga-duga membawanya ke jalur kepresidenan. Dalam sebuah acara "Servant of the People", ia memerankan sosok Vasyl Petrovych Holoborodko yang merupakan seorang guru sekolah yang terbangun dan menemukan bahwa kata-kata kasar yang dia buat terhadap politisi korup menjadi viral dan melambungkannya ke kursi kepresidenan.
Dalam perannya itu, Holoborodko digambarkan sebagai sosok yang bersedia untuk memerangi korupsi. Acara ini lantas menjadi sangat populer, sehingga berujung pada pembentukan partai politik atas Kvartal 95 dengan nama yang sama.
Selanjutnya, di tahun 2018, Zelenskyy secara tiba-tiba berpindah ke politik nyata dan mengumumkan pencalonannya sebagai Presiden di bawah partai Hamba Rakyat. Selama berkampanye, ia terus melakukan tur dengan rombongannya dan "mengejek" lawan-lawannya dalam rutinitas stand up.
Tak hanya itu, Zelenskyy diketahui juga menggunakan media sosial untuk mempromosikan kampanye dan platformnya. Sikapnya saat berkampanye sangat mirip dengan karakter yang sempat ia perankan. Hal ini terlihat saat ia bersumpah untuk memberantas korupsi dan mempromosikan pemerintahan yang lebih sentris.
Akhirnya usahanya itu pun menunjukkan hasil nyata. Zelenskyy berhasil memenangkan pemilihan dengan telak, mengambil alih 73 persen suara, setelah mencalonkan diri pada platform untuk mengakhiri perang dengan Rusia dan proksi separatisnya di Ukraina Timur. Ia kemudian dilantik sebagai Presiden Ukraina pada Mei 2019.
Perjalanannya di awal menjadi Presiden Ukraina pun tak mulus. Dua bulan setelah pelantikannya, ia terjerat dalam sebuah skandal besar AS yang turut melibatkan Presiden AS pada saat itu Donald Trump.
Muncul berita bahwa Trump telah menelepon Zelenskyy dan menekannya untuk bekerja dengan Rudy Giuliani dan Jaksa Agung Willian Barr untuk menyelidiki Joe Biden yang kala itu mencalonkan diri sebagai Presiden AS melawan Trump.
Trump pun sempat menahan bantuan USD400 juta sekitar Rp5,7 juta dalam bantuan kongres ke Ukraina ketika para pejabat tak mematuhinya. Di sisi lain, Zelenskyy disebut memiliki hubungan yang lebih bersahabat dengan Biden sejak terpilih menjadi Presiden AS.
(wk/tiar)