Bayi perempuan lahir di Ukraina saat ibunya berada di stasiun bawah tanah untuk berlindung bersama warga lain. Sementara, satu bayi laki-laki juga dilaporkan lahir selama serangan Rusia ke Ukraina.
- Amelia Nur Fatimah
- Sabtu, 26 Februari 2022 - 11:35 WIB
WowKeren - Militer Rusia terus melancarkan serangan ke Ukraina sejak mengumumkan operasi militer pada Kamis (24/2) lalu. Seratus lebih warga Ukraina (prajurit dan sipil) yang meninggal selama serangan tersebut. Sementara warga Ukraina yang lain terpaksa berlindung di stasiun kereta bawah tanah di Ibu Kota Kyiv.
Melansir Daily Mail, saat invasi pasukan Rusia membombardir keluarga yang ketakutan, seorang wanita (23) tampaknya punya alasan untuk lebih takut daripada yang lain. Pasalnya, sang buah hati akan lahir saat dia bersembunyi dan berlindung dari serangan di tempat penampungan saat tembakan berkobar di luar.
Tapi tepat sebelum pukul setengah sembilan malam waktu setempat, Mia kecil dilahirkan ke dunia dalam keadaan yang pastinya paling menegangkan untuk melahirkan. Jeritan ibunya telah didengar oleh polisi Ukraina yang bergegas untuk membantu.
Salah satu petugas, Mykola Shlapak mengatakan mereka membantunya melahirkan gadis kecil itu dan memanggil ambulans yang membawa mereka berdua ke rumah sakit. Mia, nama bayi perempuan itu dan sang ibu dikatakan tetap berada dalam kondisi baik-baik saja.
Kelahirannya dipuji sebagai keajaiban karena ceritanya mendorong seorang wanita untuk menyatakan 'Kelahiranmu adalah harapan di masa suram ini'. Foto bayi mungilnya yang mencengkeram sang ibu di tempat penampungan dipuji sebagai mercusuar harapan di tengah saat-saat paling gelap di Ukraina. Penyampaian yang luar biasa itu diungkapkan oleh Chairwoman of Democracy in Action Conference, Hannah Hopko.
"Mia lahir di tempat penampungan malam ini di lingkungan yang penuh tekanan, pemboman Kyiv. Ibunya senang setelah melahirkan yang menantang ini," ujar Hannah Hopko.
"Ketika Putin membunuh orang Ukraina, kami memanggil ibu-ibu Rusia dan Belarusia untuk memprotes perang Rusia di Ukraina. Kami membela kehidupan dan kemanusiaan," sambungnya.
Faktanya, Mia bukan satu-satunya bayi yang lahir selama invasi Rusia ke Ukraina. Seorang dokter bangsal bersalin mengatakan seorang anak laki-laki yang baru lahir juga dibawa ke dunia dalam semalam. Dokter itu pun memposting kabar kelahiran tersebut dengan seizin ibu sang bayi.
"Dalam kondisi, jauh dari mereka yang layak mendapatkan kehidupan baru - suara bayi yang baru lahir... Ini laki-laki!" pungkas sang dokter.
(wk/amel)