Sekitar 6.000 warga negara Tiongkok tercatat masih berada di Ukraina kala Rusia mulai menyerang. Kebanyakan WN Tiongkok tersebut merupakan pelajar asing yang menuntut ilmu di Ukraina dan kemudian terjebak dalam situasi perang.
- Bertilia Puteri
- Sabtu, 26 Februari 2022 - 14:28 WIB
WowKeren - Rusia telah melancarkan operasi militer ke Ukraina sejak Kamis (24/2) lalu. Padahal banyak warga negara asing (WNA) yang masih berada di Ukraina saat serangan Rusia dimulai.
Sekitar 6.000 warga negara Tiongkok tercatat masih berada di Ukraina kala Rusia mulai menyerang. Kebanyakan WN Tiongkok tersebut merupakan pelajar asing yang menuntut ilmu di Ukraina dan kemudian terjebak dalam situasi perang.
Salah seorang mahasiswa asal Tiongkok di Kharkiv yang bernama Xu Shijie lantas mengungkapkan situasi genting di negara tersebut. Sebagai informasi, Kharkiv merupakan salah satu kota di Ukraina yang menjadi sasaran misil dan bom pasukan Rusia.
"Saat itu pukul 07.00 pagi, hari sudah terang, tapi kami tidak mendengar suara apa pun yang berasal dari pesawat atau tembakan. Jadi kami pergi keluar untuk memasok suplai," ungkap Xu Shijie dalam sebuah video.
Mahasiswa tersebut mengaku melihat banyak mobil yang mengarah keluar kota. Mobil-mobil itu disebutnya mengarah ke wilayah pedesaan. Pom bensin juga dipenuhi oleh antrean mobil.
"Saat kami tiba di supermarket, kami mendengar suara tembakan terus-terusan di udara. Kami menemukan bahwa ATM di bank-bank dipenuhi oleh orang-orang yang mengantre untuk mengambil uang tunai," paparnya. "Di dalam supermarket, antreannya juga sangat panjang. Kami butuh waktu satu jam untuk membeli semua yang kami butuhkan dan meninggalkan supermarket."
Mahasiswa lain yang berada di Ibu Kota Ukraina, Kyiv, turut membagikan pengalamannya. Mahasiswa bernama Xu Xianghui tersebut mengaku mendengar empat ledakan pada Kamis pagi.
"Ledakan terakhir benar-benar mempengaruhi saya, karena saya tinggal di dekat stasiun televisi," jelasnya. "Seberapa besar ketakutan saya terhadap ledakan terakhir? Seluruh jendela bergetar (karena ledakan itu)."
Beberapa pelajar mengaku kaget dengan konflik yang dinilai memuncak secara tiba-tiba. Meski demikian, Tiongkok masih belum mengimbau warganya di Ukraina untuk pulang. Tiongkok hanya mengimbau warganya yang ada di Ukraina untuk tetap berada di dalam rumah dan menyediakan stok makanan.
(wk/Bert)