Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky menungkapkan bersedia untuk bertemu dengan pihak Rusia untuk berbincang dengan syarat penting ini harus disetujui.
- Alfa Sayyidah
- Minggu, 27 Februari 2022 - 17:54 WIB
WowKeren - Saat ini perang antara Rusia dan Ukraina memang menjadi sorotan penuh dunia. Rusia yang memulai serangan kepada Ukraina menuai kecaman publik dunia saat ini.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky sendiri mengumumkan kepada publik untuk bergabung berjuang bersama melawan Rusia. Volodymyr Zelensky juga mengungkapkan bahwa ia bersedia untuk melakukan pembicaraan dengan Rusia.
Meski begitu, Volodymyr Zelensky menolak keinginan Rusia untuk menggelar pertemuan di Belarus yang merupakan tempat pementasan untuk invasi Moskow ke Ukraina.
"Kami telah mendengar banyak pembicaraan tentang pertemuan antara Ukraina dan Rusia yang mungkin mengakhiri perang ini dan membawa perdamaian kembali kepada kami. Cukup sering disebutkan sebagai tempat untuk negosiasi ini," kata Volodymyr Zelensky dalam sebuah pidato yang diunggah di situs web kepresidenan Ukraina.
Volodymyr Zelensky menolak pertemuan di Belarus karena tempat tersebut dipilih oleh Rusia. Lokasi tersebut juga menjadi kunci yang menjadi tempat Pasukan Rusia menyerbu. Sehingga, pihak Ukraina tidak akan melakukan pertemuan di wilayah Rusia dalam situasi seperti saat ini.
"Lokasi itu tidak dipilih oleh (Ukraina) atau (Belarus). Itu dipilih oleh kepemimpinan Rusia," jelas Volodymyr Zelensky.
Belarus telah memainkan peran kunci dalam invasi Rusia ke Ukraina. Pasukan Rusia menyerbu melalui perbatasan Belarus dengan dukungan dari pemerintah Belarus, menurut pejabat Ukraina. Pemerintahan Biden telah memberikan sanksi kepada sembilan perusahaan pertahanan Belarusia atas dukungan mereka terhadap invasi.
"Jika tidak ada tindakan agresif dari wilayah Anda, kami dapat berbicara di Minsk, kota Anda. Ketika Anda netral, kami berbicara di Minsk. Itu sebabnya kami tidak berbicara di Minsk sekarang," tegas Volodymyr Zelensky.
Pada 2015, pejabat Ukraina dan Rusia sempat melakukan pertemuan di Belarus untuk menyusun Perjanjian Misk. Perjanjian tersebut mencakup gencatan senjata yang rapuh di dua wilayah Ukraina yang diambil alih oleh separatis pro-Rusia tahun sebelumnya.
"Tentu saja kami ingin perdamaian dan ingin bertemu, kami ingin mengakhiri perang. Warsawa, Bratislava, Istanbul, dan Baku ditawarkan ke Rusia. Kota-kota lain baik-baik saja dengan kami selama tidak ada rudal yang terbang dari negara ini," kata Zelensky.
(wk/alfa)