Banjir Australia Telan 8 Korban Jiwa, Seorang Pria dan Anjingnya Tewas Dalam Mobil yang Tenggelam
AFP Photo
Dunia

Wilayah Maryborough di Queensland hingga Grafton di New South Wales terdampak oleh banjir tersebut. Setidaknya ada delapan orang dilaporkan tewas dalam peristiwa tersebut.

WowKeren - Banjir besar melanda sejumlah wilayah Australia dalam beberapa hari terakhir. Wilayah Maryborough di Queensland hingga Grafton di New South Wales terdampak oleh banjir tersebut.

Banjir itu dilaporkan menewaskan setidaknya delapan orang. Jenazah seorang pria berusia 50-an dan anjingnya ditemukan di dalam mobil yang tenggelam di lembah Currumbin di Gold Coast pada Senin (28/2) hari ini.

Pada Minggu (27/2) sore, seorang pria berusia 59 tahun tenggelam di sisi utara Brisbane usai dihanyutkan oleh air banjir kala sedang berjalan kaki. Sebelumnya, seorang pria juga ditemukan tewas di Indooroopilly pada Minggu pagi. Seorang pekerja Layanan Darurat Negara Bagian juga dilaporkan tewas kala mencoba menyelamatkan sebuah keluarga di Coolana.

Selain korban jiwa, banjir tersebut juga menimbulkan banyak kerugian materiil. Lebih dari 15 ribu rumah di Brisbane diperkirakan terendam air banjir. Pada Senin pagi ini, ketinggian air di Sungai Brisbane mencapai puncak 3,85 meter, masih lebih rendah dibanding kejadian tahun 2011 yang mencapai 4,46 meter.

Meski begitu, beberapa kota telah mendapat perintah evakuasi. Biro Meteorologi juga memperingatkan bahwa ketinggian air di Sungai Brisbane bisa mencapai 4 meter pada Senin malam.


Selain wilayah Lismore, perintah evakuasi juga berlaku untuk wilayah Murwillumbah, Brunswick Heads, Billinudgel, Ocean Shores, Mullumbimby, Coraki, dan Southgate. Tanggul banjir telah jebol di Murwillumbah, dan ketinggian sungai di sana dan di sekitar Tumbulgum dan Chinderah telah melampaui rekor banjir dari tahun 2017 dan 1974.

Sementara itu, banjir besar terjadi di Grafton, Ulmarra dan Maclean. Banjir kali ini disebut mirip dengan peristiwa Maret 2021

Perdana Menteri Annastacia Palaszczuk menilai kejadian ini sebagai "peristiwa cuaca besar", membandingkannya dengan topan eks-tropis Oswald pada 2013 dan eks-topan tropis Debbie pada 2017. Palaszczuk mengatakan bahwa peristiwa cuaca ini merupakan sesuatu yang, "belum pernah dilihat oleh pihak berwenang sebelumnya".

Di sisi lain, Diana Eadie dari Biro Meteorologi mengatakan bahwa sejumlah total curah hujan di Queensland tenggara dalam beberapa hari terakhir hampir setara dengan total curah hujan dalam setahun.

"Beberapa dari total curah hujan yang kami lihat selama peristiwa ini telah mendekati total curah hujan yang biasanya kami perkirakan selama setahun,” katanya. "Pentingnya peristiwa ini tidak dapat diremehkan, berapa banyak hujan yang turun di sejumlah besar daerah tangkapan air di Queensland Tenggara."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait