Sekretaris Administrasi Metropolitan Bangkok Khajit Chatchawanich mengatakan dia curiga ada seorang pekerja yang mungkin melakukan kesalahan saat memasang bor.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 01 Maret 2022 - 13:36 WIB
WowKeren - Insiden jembatan runtuh terjadi di Bangkok pada akhir pekan baru-baru ini. Runtuhnya jembatan sepanjang 50 meter itu disebabkan karena kesalahan yang dibuat oleh tim konstruksi.
Tak hanya mempengaruhi sistem lalu lintas, runtuhnya jalan Udomsuk juga turut berdampak pada sistem keran air di daerah tersebut. Beruntung, tidak ada korban yang dilaporkan akibat kejadian itu.
Sementara itu, terkait perbaikannya, diperkirakan akan memakan waktu sekitar satu bulan. Sekretaris Administrasi Metropolitan Bangkok Khajit Chatchawanich mengatakan dia curiga ada seorang pekerja yang mungkin melakukan kesalahan saat memasang bor.
Pemasangan bor di tempat yang salah menyebabkan air masuk ke dalam struktur bangunan. Perusahaan konstruksi mencoba untuk menutup struktur dengan busa Pu, tetapi struktur tidak dapat menahan tekanan dan kemudian runtuh.
Chatchawanich mengatakan jika pihak berwenang akan turun tangan dengan memantau struktur di bawah pengawasan ketat. Hal itu dilakukan untuk mencegah insiden serupa terjadi di kemudian hari.
Karena runtuhnya jembatan jalan raya itu, maka pengguna jalan terpaksa harus mengambil rute memutar. Ada dua jalan memutar yang tersedia untuk pengemudi yakni Jalan Udomsuk 51 untuk menuju Jalan Srinakarin dan Udomsuk 56 untuk menuju Jalan Bangna-Trat.
Wakil Gubernur Bangkok, Sakchai Boonma, menginformasikan kepada media Thailand bahwa pihak berwenang harus hati-hati memeriksa lapisan tanah di bawah jembatan. Pasalnya, kondisi lapisan bisa saja berubah karena air.
Untuk kenyamanan pengemudi, jalan memutar sementara mungkin akan dibangun. Survei dan restorasi mungkin memakan waktu sekitar satu bulan untuk diselesaikan.
Sementara itu, insiden serupa juga terjadi di distrik Sukhirin. Badai yang menerjang pada Minggu (27/2) sore menyebabkan runtuhnya jembatan. Sebanyak 6 orang tenggelam dan satu lagi hilang setelah mobil pikap mereka jatuh ke sungai. Supoj Maneeratanachot, direktur Zona Pendidikan 2 di Narathiwat, mengatakan enam jenazah yang ditemukan segera dibawa ke Rumah Sakit Sukhirin.
(wk/zodi)