Seorang biksu Buddha di Thailand mengadakan acara pemakaman untuk dirinya sendiri. Aksi biksu Buddha tersebut rupanya bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran di masyarakat.
- Amelia Nur Fatimah
- Rabu, 02 Maret 2022 - 18:18 WIB
WowKeren - Peristiwa tak biasa terjadi di sebuah Kuil di Thailand. Seorang biksu Buddha di Provinsi Phitsanulok menyelanggarakan sebuah acara pemakaman untuk dirinya sendiri.
Melansir The Thaiger, Seorang biksu Buddha menjadi berita utama di Thailand ketika dia mengundang penduduk di provinsi utara Phittanulok ke sebuah pemakaman. Yang menjadi perhatian adalah, pemakaman tersebut dibuat untuk sang biksu itu sendiri.
Phrakhru Sunthorn Rojanakhun adalah biksu sekaligus kepala biara Wat Phothiyan, Provinsi Phitsanulok yang mengorganisir jasa pemakaman untuk dirinya sendiri. Penduduk setempat pun terlihat juga ikut hadri dalam acara pemakaman yang diselenggarakan Phrakhru Sunthornrojanakhun untuk dirinya sendiri itu.
Padahal sang biksu yang juga merupakan kepala biara di kuil setempat itu masih hidup dan sehat. Tetapi rupanya biksu itu ingin membuat upacara tersebut untuk menyampaikan pesan kepada para pengikutnya bahwa kematian adalah normal dan hanya bagian dari kehidupan.
Pemakaman yang dilaksanakan di Kuil Pothiyan tersebut mengikuti praktik Buddhis tradisional Thailand. Sebuah peti mati dengan tubuh palsu yang terbuat dari pohon pisang bahkan dibakar di krematorium kuil dalam aktivitas tersebut. Sebanyak 55 biksu yang ikut menghadiri kegiatan itu juga melakukan nyanyian dan doa Buddhis saat peti mati dikirim ke krematorium.
Penduduk setempat yang hadir dalam pemakaman itu tampak mengenakan pakaian berwarna hitam. Sebuah tanda bertuliskan nama biksu, Sunthorn Rojanakhun, dengan tanggal lahirnya, 23 Oktober 1968, dan “tanggal kematiannya”, 23 Oktober 2048 juga dibuat. Sunthorn Rojanakhun diketahui memperkirakan sendiri bahwa dirinya akan meninggal pada usia 80 tahun.
Sunthorn rupanya ingin menumbuhkan kesadaran tentang kematian, sekaligus menormalkan pemikiran mengenai hal itu di masyarakat. Dia menambahkan bahwa sekarang tidak perlu ada pemakaman ketika dia meninggal karena penduduk setempat telah merayakan hidupnya.
Mereka yang menghadiri pemakaman juga masing-masing mendapat 5 kilogram beras sebagai hadiah. Beberapa warga mengatakan kepada media bahwa mereka berencana untuk membeli tiket lotre dengan nomor yang sesuai dengan usia kepala biara.
(wk/amel)