Ketum PKB Cak Imin Sebut Usul Penundaan Pemilu Murni Idenya dan Bukan Dari Luhut
Instagram/cakiminow
Nasional

Cak Imin menjelaskan bahwa dirinya belum membicarakan usulan penundaan Pemilu 2024 tersebut kepada Presiden Joko Widodo. Usul itu disebutnya baru akan disampaikan ke Jokowi setelah dibahas di internal partai politik.

WowKeren - Isu penundaan Pemilu 2024 belakangan ramai diperbincangkan. Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin lantas menyatakan bahwa usul tersebut merupakan idenya secara pribadi.

Cak Imin membantah jika usul penundaan Pemilu merupakan ide Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan. "Ide saya (bukan dari Luhut). Pure dari saya," tutur Cak Imin pada Kamis (24/3).

Menurut Cak Imin, dirinya sama sekali tidak menjalin komunikasi dengan Luhut terkait wacana penundaan Pemilu 2024. Big data yang diungkap Cak Imin kala menggulirkan usul penundaan Pemilu 2024 disebut berbeda dari big data yang diungkap oleh Luhut.

"Beda, dia (Luhut) 110 juta, saya 100 juta," jelas Cak Imin.

Lebih lanjut, Cak Imin menjelaskan bahwa dirinya belum membicarakan usulan penundaan Pemilu 2024 tersebut kepada Presiden Joko Widodo. Usul itu disebutnya baru akan disampaikan ke Jokowi setelah dibahas di internal partai politik.


"Enggak (komunikasi dengan Jokowi), malah kita baru mengusulkan ke publik, kemudian ke partai-partai, baru ke Pak Jokowi nanti," terangnya.

Sebelumnya, Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara Faldo Maldini telah menyampaikan bahwa pernyataan Jokowi terkait penundaan Pemilu sudah tidak perlu diotak-atik. Menurut Faldo, sikap Jokowi sudah jelas yakni taat kepada konstitusi.

"Itu pikiran yang bersayap dari sebagian pihak yang disebutkan itu. Statemen Presiden sudah diucapkan, berarti sudah dapat dipahami. Tidak usah utak-atik gatuk," tegas Faldo pada 7 Maret 2022 lalu.

Ia mengajak semua pihak untuk melihat pernyataan Jokowi sebagai konstruksi kenegaraan. Faldo juga menilai bahwa sikap Jokowi terkait isu tersebut sudah jelas.

"Saya kira kita berada dalam sebuah konstruksi kenegaraan. Jadi, ini harus dilihat dalam kerangka kenegaraan, jangan maunya Presiden, pengennya gini dan gitu dari elite-elite," tukasnya. "Saya kira tidak perlu dikembang-kembangkan lagi. Presiden sudah jelas bersikap. Jangan sampai, ada yang bikin imajinasi, kaget sama imajinasinya, terus marah sama imajinasinya sendiri. Kan aneh."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait