Video percakapan seorang guru asal Lumajang dan sejumlah muridnya mengenai seksualitas viral di media sosial hingga menjadi trending topik. Kepala Dinas Pendidikan Lumajang pun ikut buka suara mengenai video viral tersebut.
- Amelia Nur Fatimah
- Jumat, 25 Maret 2022 - 11:43 WIB
WowKeren - Baru-baru ini media sosial viral video seorang guru bernama Pak Ribut bersama sejumlah muridnya yang tengah membahas seksualitas (kaum sodom-lesbi). Banyak netizen yang terhibur dengan pernyataan-pernyataan kocak dari murid-murid Pak Ribut mengenai persoalan itu. Tapi ternyata video itu juga menuai sejumlah protes dan kritik.
Obrolan dalam video itu pun mendapat banyak kritik lantaran dinilai belum pantas dilontarkan kepada anak di bawah umur. Video viral itu salah satunya diunggah ulang oleh akun Twitter @goodghan.
"Perempuan suka sesama perempuan itu namanya lesbi, kalau kaum sodom itu lelaki suka lelaki contohnya di tv banyak," ucap Ribut dalam video. "Contohnya Pak Ribut," sela seorang muridnya yang bernama April. Sang guru pun langsung membantah hal itu dan menegaskan bahwa dirinya masih suka lawan jenis. "Saya itu suka perempuan bukan suka sama laki-laki, April kalau ngomong hati-hati," jelas Ribut.
Karena kehebohan yang diakibatkan oleh video itu, salah satu stasiun TV swasta Nasional bahkan menghadirkan Pak Ribut untuk memberikan klarifikasi. Rupanya video viral itu juga sudah sampai ke tangan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang, Agus Salim. Agus pun membenarkan kalau guru itu adalah salah satu pengajar SD. Namun, dirinya belum mengetahui secara pasti tempatnya mengajar.
"Itu Ribut salah satu guru, saya enggak hapal mengajarnya di mana, di pelosok itu," ujarp Agus Salim, melansir JPNN.com.
Agus pun turut mengkritik Ribu. Menurutnya sebagai seorang pengajar terutama guru di sekolah dasar tidak baik melontarkan bahasa yang vulgar dan gamblang kepada anak sedini itu. Agus Salim pun bakal memanggil Ribut atas peristiwa tersebut.
"Anak mendengar hal itu bahaya apalagi sekarang ada handphone, kalau anaknya penasaran bisa dicari dan besok saya panggil yang bersangkutan. Untuk sekolah dasar belum ada pendidikan seksualitas di sekolah, dari pihak kementerian belum turun dan belum ada arahan terkait itu," pungkasnya.
(wk/amel)