Demo PA 212 di Istana Ditanggapi Santai Oleh Kapolda Metro Jaya, Ini 3 Tuntutannya
Nasional

Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran, memberikan respons santai terkait aksi demo PA 212 siang ini. Menurut Fadil, unjuk rasa adalah hal normal dalam kehidupan di Jakarta.

WowKeren - Persaudaraan Alumni (PA) 212 menggelar aksi bela Islam di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Jumat (25/3) hari ini. Polda Metro Jaya telah menerima surat pemberitahuan dari pengurus PA 212 terkait aksi tersebut.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran, memberikan respons santai terkait aksi demo PA 212 siang ini. Menurut Fadil, unjuk rasa adalah hal normal dalam kehidupan di Jakarta.

"Hadapi saja. Itu dinamika kehidupan Ibu Kota," tuturnya.

Ia lantas meminta masyarakat untuk tak perlu mengkhawatirkan demo PA 212 siang ini. Menurutnya, tidak ada yang berbeda dalam pengamanan aksi PA 212 hari ini.

"Biasa, enggak ada masalah," jelasnya. "Enggak ada yang perlu dirisaukan. Jakarta, Insya Allah, seperti cuaca siang hari ini (cerah dan sejuk)."

Sementara itu, massa dari sejumlah ormas mulai berkumpul untuk mengikuti Aksi Bela Islam 2503 sejak pukul 13.30 WIB. Para peserta aksi terpantau melantukan salawat kala memadati lokasi unjuk rasa.


Sebelumnya, Wasekjen PA 212 Novel Bamukmin telah mengungkapkan tuntutan Aksi Bela Islam 2503 ini. Salah satunya adalah mendesak agar Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dicopot dari jabatannya dan dipenjara.

"Penjarakan dan copot Yaqut dari Menag," tutur Novel.

Selain itu, PA 212 juga menuntut agar polisi memproses pelaporan terhadap terduga penista agama. Terduga penista agama yang dimaksud di antaranya adalah Gus Muwafiq, Jenderal Dudung Abduracham, Sukmawati Soekarnoputri, Viktor Laiskodat, Ade Armando, Deni Siregar, dan Abu Janda.

Di sisi lain, Ketua Umum PA 212 Slamet Maarif juga sempat menyebar pamflet terkait Aksi Bela Islam 2503 yang menampilkan foto Habib Rizieq. Pamflet tersebut turut memuat pesan Habib Rizieq dari balik jeruji besi.

"Jika kaum kuffar dan munafik begitu tegar menyerang Islam, kenapa kita gentar membela Islam???" demikian tulisan dalam pamflet tersebut.

Pamflet tersebut juga menyematkan tiga tuntutan aksi. Yaitu tangkap dan penjarakan penista agama, stop kriminalisasi dan terorisasi umat Islam, serta stop diskriminasi hukum.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait