Polisi Berhasil Kantongi Identitas Pemilik Binomo di Dalam Negeri, Diumumkan Minggu Depan?
Nasional

Kepolisian perlahan mulai menemukan titik terang kasus investasi ilegal trading Binomo. Terbaru, kepolisian menyebut pihaknya telah mengantongi identitas pemilik Binomo.

WowKeren - Kepolisian terus menyelidiki kasus penipuan investasi ilegal berkedok trading binary option di Binomo. Setelah menangkap Indra Kenz sebagai afiliator, polisi kini tengah menyelidiki indentitas pemilik Binomo.

Kini kasus itu pun tampaknya telah memasuki babak baru. Polri mengungkap bahwa pihaknya kini telah mengantongi identitas pemilik Binomo tersebut.

"Sudah ada (identitasnya)," kata Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan kepada wartawan, Sabtu (26/3).

Whisnu menyampaikan bahwa pemilik Binomo yang dikantongi penyidik saat ini berada di dalam negeri. Tapi pemilik Binomo yang identitasnya sudah dikantongi itu berbeda dengan yang ada di luar negeri. Untuk sosok pemilik Binomo yang berada di luar negeri pihaknya masih melakukan penyelidikan dan pendalaman. "Jadi Binomo ini ada di luar negeri, tapi Binomo luar negeri ini yang masih kita dalami," ungkap Whisnu.

Sayangnya, Whisnu enggan membeberkan identitas pemilik Binomo yang berada di dalam negeri tersebut. Tapi ia menjanjikan akan mengumumkan hal tersebut minggu depan. "Minggu depan lah ya," ucap Whisnu.


Sementara itu hingga kini Indra Kenz dikabarkan masih terus tidak kooperatif selama pemeriksaan di Bareskrim Polri. Terakhir, pria yang dijuluki Crazy Rich Medan tersebut masih ngotot menyembunyikan petinggi Binomo.

Kendati begitu, Whisnu Hermawan menyatakan bahwa pihaknya tidak masalah dengan sikap Indra Kenz yang terus tidak kooperatif dalam pemeriksaan kasus Binomo. Pasalnya, hal itu memang sudah biasa terjadi.

"Buat saya itu hal biasa jadi tidak masalah. Dia diem saja dia enggak ada masalah. Itu biasa, itu haknya tersangka untuk tidak kooperatif. Hal biasa. Saya akan ungkap siapa di balik itu," ujar Whisnu kepada wartawan Sabtu (26/3).

Sebelumnya, PPATK mengungkap soal dugaan pemilik Binomo berada di Kepulauan Karibia. Dugaan itu muncul usai pihaknya menelusiri aliran dana milik Indra Kenz.

"Penerima dana diduga merupakan pemilik dari platform Binomo yang berlokasi di Kepulauan Karibia,” ujar Kepala PPATK Ivan Yustivandana, Jumat (18/3).

Selain itu, PPATK juga membongkar aliran dana investasi ilegal di Binomo. Bekerja sama dengan Financial Inteligent Unit (FIU) di luar negeri, PPATK menemukan ada dana mengucur dalam jumlah signifikan ke luar negeri.

(wk/amel)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait