Peristiwa tak terduga dialami 55 orang santri di Ciamis yang sedang melakukan kegiatan kerja bakti. Siapa sangka, 55 orang santri itu malah jatuh ke sungai saat ingin foto di atas jembatan gantung.
- Amelia Nur Fatimah
- Sabtu, 26 Maret 2022 - 16:17 WIB
WowKeren - 55 Santri jadi korban insiden ambruknya jembatan gantung Leuwi Nutug di Ciamis dan terjatuh ke Sungai Cileueur pada Jumat (25/3) kemarin. Dari 55 santri yang jatuh masuk sungai, 36 orang luka-luka, lebam, keseleo benjol. Sementara 19 orang santri selamat tanpa luka.
Korban yang mengalami keseleo patah tulang, menurut Amang, dilarikan ke ahli patah tulang (tukang urut), ke puskesmas bahkan ada yang berlanjut ke rumah sakit. Sementara santri yang mengalami luka ringan, lebam-lebam dibawa langsung ke Pondok Pesantren Al Huda Turalak untuk istirahat dan penanganan ringan.
Semua korban merupakan siswa kelas VII SMP Al Huda yang juga santri mondok di Pondok Pesantren al Huda Turalak. "Dari 4 santri yang sempat dibawa ke RSUD Ciamis, 2 orang tadi sore sudah kembali ke pesantren. Dua orang lagi sampai pukul 21.00 malam ini masih dirawat di RSUD Ciamis. Masih menunggu perkembangan,”
"Dari 4 santri yang sempat dibawa ke RSUD Ciamis, 2 orang tadi sore sudah kembali ke pesantren. Dua orang lagi sampai pukul 21.00 malam ini masih dirawat di RSUD Ciamis. Masih menunggu perkembangan,” ungkap Pengurus Pondok Pesantren Al Huda Turalak, H Mamat Ahmad Solihudin.
Kejadian itu berawal dari kegiatan kerja bakti yang digelar sebagai bentuk tasyakuran usai menyelesaikan khataman satu kitab. Menurut Amang, juru bicara Ponpes Al Huda Turalak, sudah menjadi tradisi di Lingkungan Pondok Pesantren Al Huda Turalak Desa Sukamaju , setiap kelas (rombel) yang telah menyelesaikan (khataman) suatu kitab, selalu diadakan tasyakuran.
Pada Jumat (25/3), kelas VII SMP Al Huda sudah khataman satu kitab. Atas gagasan seorang dewan pengajar diadakan tasyakuran. Lokasinya di sisi Sungai Cileueur dengan agenda kegiatan gerakan kerja bakti, sesi foto bersama (selfi) dan ditutup acara makan bersama (ngaliwet).
Sebanyak 55 santri yang ikut kegiatan berangkat dari Pondok Pesantren Al Huda Turalak menuju sisi Sungai Cileueur di Blok Leuwi Nutug dekat jembatan gantung yang baru selesai dibangun. Lokasinya, sekitar 300 meter dari pondok pesantren.
Saat sesi foto bersama, puluhan santri tersebut serentak naik ke jembatan gantung. Ketika santri masih mengatur posisi berdiri masing-masing, tiba-tiba jembatan gantung ambruk.
Diperkirakan karena tidak kuat menahan beban 55 orang sekaligus. Tali pengikat ujung jembatan lepas pengaitnya hingga penyebabkan para santi jatuh ke sungai.