Harga daging sebelumnya sempat melambung tinggi hingga mencapai Rp160 ribu per kg. Salah satu faktor kenaikan adalah hanya bergantung pada pasokan daging yang diimpor dari Australia.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Senin, 28 Maret 2022 - 11:33 WIB
WowKeren - Belakangan ini, terlebih menjelang bulan suci Ramadhan 2022, bahan-bahan pokok diketahui mengalami kenaikan harga, termasuk daging sapi. Sementara itu, sebagian besar daging sapi diketahui diimpor dari Australia.
Pada 2021, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa Indonesia mengimpor daging dari Australia sebanyak 122,86 ribu ton senilai USD389,04 juta atau setara dengan Rp588,86 triliun.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Martin Manurung pun mengatakan bahwa ketergantungan itu lah yang membuat harga daging sapi di dalam negeri melonjak. Pasalnya, di Austalia sendiri saat ini diketahui populasi sapi sedang menurun imbas kekeringan.
Sementara itu, Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PHIPS) Nasional mencatat harga daging sapi kualitas 1 rata-rata nasional kini mencapai Rp131.650 per kg. Bahkan di DKI Jakarta pada bulan lalu harganya sempat mencapai Rp160 ribu per kg.
Menurut Martin, Indonesia bisa melakukan kerja sama impor dengan negara selain Australia seperti Meksiko, Brasil, atau India agar tidak bergantung pada satu negara saja. Dengan begitu, nantinya harga daging sapi di Indonesia tidak akan melambung terlalu tinggi.
"Indonesia sangat bergantung kepada Australia, sehingga ketika ada gejolak produksi sapi di Australia, maka Indonesia mendapatkan imbasnya," ungkap Martin kepada Kumparan, dilihat pada Senin (28/3).
Di sisi lain, Kepala Badan Pangan Nasional (BPN) Arief Prasetyo mengatakan bahwa Indonesia di tahun 2022 ini, akan mengimpor daging sapi Brasil sebanyak 20 ribu ton. Hal ini dilakukan guna memastikan pasokan kebutuhan konsumsi nasional tercukupi.
Arief menuturkan, rencananya impor daging sapi dari Brasil tersebut mulai masuk Indonesia pada Mei 2022 mendatang. "Daging sapi Brasil akan masuk bertahap 20 ribu ton sampai dengan akhir tahun," ujar Arief kepada Kumparan, Minggu (27/3).
Meski mengimpor daging dari luar negeri, kata Arief, pasokan daging yang ada di Indonesia juga berasal dari peternak lokal. Produksi tersebut akan dioptimalkan secara paralel dengan pemenuhan kebutuhan daerah konsumsi dari sumber lainnya. Adapun sentra peternakan sapi tersebut meliputi wilayah Jawa Timur hingga Jawa Tengah.
Arief menuturkan produksi sapi lokal tersebut nantinya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumen di Jabodetabek. "Dalam waktu dekat juga akan masuk secara berkala sapi hidup dari Sumbawa dan Kupang untuk Jakarta, Banten dan Bandung Raya," jelas Arief.
(wk/tiar)