Respons Kemenlu RI Soal Kapal Tanker Pertamina Dicegat Aktivis Greenpeace di Perairan Denmark
pertamina.com
Nasional

Para aktivis Greenpeace memblokir akses kapal dengan berenang dan menggunakan kayak di sekeliling kapal. Aksi ini merupakan protes atas invasi Rusia ke Ukraina dalam sebulan terakhir.

WowKeren - Kapal tanker milik PT Pertamina (Persero) sempat dicegat para aktivis Greenpeace di perairan Frederikshavn, Denmark pada 31 Maret 2022 lalu. Pihak Pertamina disebut telah melakukan konsultasi ke Kementerian Luar Negeri Indonesia terkait insiden tersebut.

Menurut Juru Bicara Kemenlu RI, Teuku Faizasyah, Pertamina mengungkapkan bahwa yang terjadi adalah upaya untuk menghalangi perjalanan. Bukannya penyanderaan.

"Yang disebutkan bukan penyanderaan tetapi menghalangi perjalanan," ungkap Faizsyah, Kamis (7/4).

Selain kapal tanker Pertamina, aktivis Greenpeace juga mencegat kapal tanker minyak Seaoath yang membawa 100.000 ton minyak dari Rusia. Diketahui, Seaoath saat itu hendak melakukan transfer minyak ke kapal Pertamina. Adapun kapal milik Pertamina tersebut kini telah melewati wilayah yang diblokade oleh Greenpeace.


"Kapal tersebut sudah melewati wilayah yang disebutkan dalam pemberitaan sebagai pencegahan untuk berlayar," paparnya. "Apa yang dilihat sebagai permasalahan kini sudah tidak ada lagi permasalahan karena kapal tersebut telah meninggalkan wilayah tersebut dan melanjutkan perjalannnya."

Lebih lanjut, Faizasyah menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada masalah terkait pembelian minyak mentah dari Rusia oleh Pertamina. Mengingat beberapa negara Eropa masih melakukan hubungan bisnis dengan Rusia meski ada sanksi embargo pasca serangan ke Ukraina.

"Jadi kita harus obyektif dalam melihat permasalahan. Di tengah permasalahan peperangan yang terjadi, dari sisi business to business tetap terjadi interaksi yang mengikuti filosofi atau perspektif ekonominya sendiri," jelasnya. "Dan tentu harus bisa melihat secara menyeluruh, toh bisnis tetap berjalan di antara negara-negara Eropa dengan Rusia hingga sekarang."

Di sisi lain, para aktivis Greenpeace memblokir akses kapal dengan berenang dan menggunakan kayak di sekeliling kapal. Aksi ini merupakan protes atas invasi Rusia ke Ukraina dalam sebulan terakhir. Mereka membawa spanduk bertuliskan 'Berhenti Mengobarkan Perang'. Ada pula yang menuliskan 'Perang Bahan Bakar'.

Juru Bicara Greenpeace, Emma Oehlenschlager mengklaim bahwa aksi tersebut berhasil menghentikan pengiriman minyak setelah beberapa aksi serupa dilancarkan dalam dua pekan terakhir tak berjalan lancar. Diketahui bahwa dalam dua pekan terakhir, beberapa tindakan memang dilakukan Greenpeace ke kapal-kapal Rusia yang melakukan transfer minyak.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait