Menurut Direktur PT Ajaib Sekuritas Asia, Anna Lora, perusahaannya menerima total pemesanan sebanyak 150 ribu investor. Ini merupakan rekor tertinggi di sejarah pasar modal Indonesia.
- Bertilia Puteri
- Senin, 11 April 2022 - 18:19 WIB
WowKeren - GoTo yang merupakan perusahaan merger Gojek dan Tokopedia resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (11/4) hari ini. Total dana segar yang akan diraih perusahaan diperkirakan mencapai Rp 13,7 triliun. Dengan begitu, initial public offering (IPO) atau penawaran umum perdana saham GoTo menjadi yang terbesar ketiga di Asia serta kelima di dunia sepanjang tahun 2022.
PT Ajaib Sekuritas Asia mencatat partisipasi investor ritel yang cukup signifikan atas pembelian dalam IPO saham GoTo. Menurut Direktur PT Ajaib Sekuritas Asia, Anna Lora, perusahaannya menerima total pemesanan sebanyak 150 ribu investor. Ini merupakan rekor tertinggi di sejarah pasar modal Indonesia.
"Ajaib meraih rekor baru perusahaan dengan jumlah pemesanan IPO GOTO lebih dari 150 ribu investor di aplikasi Ajaib. Angka pencapaian ini mencapai lebih dari 2 kali lipat dari rekor IPO sebelumnya," ungkap Anna.
Menurut Anna, IPO GoTo menandai kebangkitan pasar modal nasional. Ini terlihat dari minat dan partisipasi investor ritel domestik yang tumbuh dua kali lipat dari tahun 2021.
Adapun kapitalisasi pasar GoTo dinilai Anna mampu menduduki urutan keempat di bursa. Hanya berada di bawah PT Telkom Indonesia, Tbk.
"Dengan melantainya saham GOTO di Bursa turut dinilai dapat menjadi penggerak indeks saham teknologi. Hal itu tercermin dari tingginya minat dan antusias investor khususnya investor ritel menyambut GoTo," paparnya.
Sementara itu, saham GoTo dilaporkan sempat terbang hingga 23 persen dalam debut pasar pada hari ini. Adapun debut ini memberikan dorongan bagi beberapa raksasa teknologi yang telah mendukung GoTo.
"IPO GoTo adalah momen penting bagi Indonesia," kata kepala teknologi Asia di firma hukum global Withers, Joel Shen. "Dengan jutaan pengguna, pengemudi, dan merchant, tidak ada perusahaan yang lebih terhubung dengan ekonomi digital Indonesia."
Di sisi lain, GoTo juga berencana untuk menawarkan sahamnya di bursa luar negeri. Antara lain di New York Stock Exchange (NYSE), National Association of Securities Dealers Automated Quotations (NASDAQ), Hong Kong Stock Exchange (HKSE), Singapore Stock Exchange (SGX), atau London Stock Exchange (LSE).
(wk/Bert)