Aksi unjuk rasa di Bone, Sulawesi Selatan, diwarnai dengan insiden mahasiswa terbakar. Api telah membakar tangan dan wajah bagian kanan korban hingga ia harus dilarikan ke rumah sakit.
- Bertilia Puteri
- Senin, 11 April 2022 - 20:06 WIB
WowKeren - Kelompok mahasiswa di sejumlah wilayah di Indonesia menggelar aksi unjuk rasa menolak isu perpanjangan masa jabatan presiden dan penundaan Pemili 2024 pada Senin (11/4) hari ini. Salah satunya di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
Sayangnya, aksi unjuk rasa di Bone diwarnai dengan insiden mahasiswa terbakar. Insiden ini berawal dari aksi pembakaran ban.
Awalnya, massa telah berkumpul di depan Kantor Bupati Bone pada Senin sekitar pukul 12.30 WITA. Massa kemudian melanjutkan orasi di perempatan lampu merah Jl MT Haryono, Kecamatan Tanete Riattang, Bone.
Sejumlah mahasiswa kemudian tampak menyiram ban dengan bahan bakar minyak (BBM). Korban yang merupakan koordinator aksi bernama Ali Arisandi kala itu menendang ban yang telah disiram BBM.
Sayangnya, Ali terpeleset dan jatuh di atas bensin yang meluber ke badan jalan. Sebelum Ali bisa bangkit, ban yang berjarak sekitar 3 meter dari arah korban tiba-tiba dibakar oleh rekannya.
Api langsung menjalar dan membakar tubuh korban. Mahasiswa lain langsung berupaya memadamkan api di tubuh korban dengan almamater mereka. Nahasnya, api telah membakar tangan dan wajah bagian kanan korban hingga ia harus dilarikan ke rumah sakit.
Insiden ini telah dibenarkan oleh Kapolres Bone AKBP Ardiansyah. "Iya benar kejadian itu ada. Korban masih dalam perawatan," ujar Ardiansyah kepada CNN Indonesia.
Terlepas dari insiden tersebut, aksi demo di Bone dilaporkan berjalan tertib dan lancar. "Alhamdulillah aman dan kondusif," tutur Ardiansyah.
Meski demikian, Ardiansyah meminta agar insiden yang menimpa Ali bisa dijadikan pembelajaran agar mahasiswa berhati-hati dalam melakukan aksi unjuk rasa. Jika perlu jangan sampai melakukan aksi pembakaran ban karena sangat berisiko.
""Contohnya demo dari ini, salah satu adik mahasiswa menjadi korban kebakaran dari aksi pembakaran ban yang dilakukan di perempatan lampu merah. Kejadian ini saya harap menjadi bahan pembelajaran bagi adik-adik mahasiswa," tuturnya.
(wk/Bert)