Dinar Candy sempat merepost video pengeroyokan Ade Armando dan mengungkap reaksi sedih. Sayangnya, Dinar malah senasib dengan Kiky Saputri yang kena kritik usai membahas soal Ade.
- Ria Susilo Wardhani
- Selasa, 12 April 2022 - 14:17 WIB
WowKeren - Merasa prihatin, Kiky mengungkap pesan dukungan. Ia turut sedih dan mengingatkan soal 5 peran yang harus diterapkan mahasiswa di segala aktivitasnya.
"Sedih banget ada kejadian pengeroyokan di tengah aktivitas mahasiswa :( Apapun alasannya, tidak sepatutnya u/ dibenarkan," seru Kiky. "Setau saya, ada 5 peran yg harusnya diterapkan mahasiswa. 1. Agen Perubahan 2. Penjaga Nilai 3. Penerus Bangsa 4. Penjaga Kekuatan Moral 5. Pengontrol Sosial."
Sayangnya, komika cantik itu malah dikritik seolah menyalahkan mahasiswa. Namun bukan cuma Kiky, DJ seksi Dinar Candy juga disindir netter.
Awalnya, Dinar sekedar merepost video TikTok soal insiden pengeroyokan Ade Armando. Dinar juga ikut sedih dengan nasib naas yang dialami oleh Ade.
"Sedih aku lihat ini," kata Dinar mention akun Instagram Ade. Dalam video itu, ada pula tulisan terkait insiden Ade. "Awalnya berdebat, akhirnya dihajar massa sampai babak belur. Ditelanjangi sampai celananya hilang," demikian keterangan di video tersebut.
Karena dikira membela Ade, Dinar diduga menuai sindiran. Ia lantas emosi karena terkesan dibungkam dan tak boleh update status sesukanya.
"Aku aja tinggal di negara demokrasi bebas berpendapat. Lah update status kenapa ada yang larang-larang?" seru Dinar. "Gua gak ada maksud ke siapapun, gua cuma iseng aja kata-katanya nyeleneh, copy dari TikTok!... (jadi) emosi bulan puasa. Banyak banget tantangan ibadah (puasa) nya... Tapi apapun itu semoga suatu saat nanti indah pada waktunya..So, yang sebenarnya hater gue jangan pura-pura!"
Sementara itu, kondisi Ade dikabarkan mengalami pendarahan otak. Disisi lain, pelaku pengeroyokan terhadap Ade Armando saat ini sedang diburu oleh polisi. Dalam video yang viral, ada dua pelaku yang ditengarai berasal dari Jawa Barat.
Pelaku pertama diduga bernama Ade Purnama, yang beralamat di Cisarua, Kabupaten Bogor. Dan satu lagi diduga adalah Abdul Latip, warga Tegal Buleud, Kabupaten Sukabumi. Identitas kedua pria tersebut tersebar melalui medsos. Sejauh ini, detil soal penyelidikan kasus tersebut belum diungkap polisi.
(wk/riaw)