Petisi 'Save Reog Ponorogo' Diteken 40 Ribu Orang, Malaysia Sebut Tak Niat Ajukan ke UNESCO
Nasional

Petisi bertajuk 'Save Reog Ponorogo' lantas muncul di situs change.org. Petisi yang dibuat pada 10 April 2022 tersebut menyinggung soal rencana Malaysia mengajukan Reog sebagai kebudayaan negaranya ke UNESCO.

WowKeren - Malaysia sempat dikabarkan berencana mengajukan kesenian Reog sebagai kebudayaan negaranya ke United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy lantas meminta agar pemerintah Ponorogo untuk secepatnya mengusulkan kesenian Reog Ponorogo agar diakui oleh UNESCO. Terlebih, Reog Ponorogo merupakan budaya khas Indonesia.

Petisi bertajuk "Save Reog Ponorogo" lantas muncul di situs change.org. Petisi yang dibuat oleh Ponorogo Hebat pada 10 April 2022 tersebut menyinggung soal rencana Malaysia mengajukan Reog sebagai kebudayaan negaranya ke UNESCO.

"Di saat pemerintah Malaysia berencana mengklaim dan mengajukan kesenian Reog sebagai kebudayaan negaranya ke United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), pemerintah Indonesia terkesan abai dengan tidak memasukkan kesenian Adhi Luhung Reog Ponorogo ke dalam daftar ICH UNESCO," demikian kutipan petisi tersebut.

Petisi tersebut mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk memberikan dukungan agar Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim memasukkan kesenian Reog Ponorogo ke dalam daftar ICH-UNESCO 2022. "Satu dukungan anda, dari rakyat Indonesia, sangat berarti terhadap nasib budaya Bangsa Indonesia," tulis petisi tersebut.

Hingga Selasa (12/4), petisi tersebut telah ditandatangani lebih dari 40 ribu orang. Jumlah tersebut telah mendekati target tanda tangan 50 ribu orang.


Petisi Reog

change.org

Di sisi lain, Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta telah memberikan klarifikasi terkait isu Reog Ponorogo. Wakil Duta Besar Malaysia di Jakarta, Adlan Mohd Shaffieq, menyatakan bahwa negaranya tak berniat untuk mendaftarkan kesenian Reog Ponorogo sebagai salah satu warisan budaya ke UNESCO.

"Saya sudah berdiskusi dengan pusat mengenai ini. Berdasarkan informasi awal, Malaysia tidak berniat mengajukan Reog Ponorogo ke UNESCO sebagai milik kami," jelas Adlan dalam keterangannya, Selasa.

Menurut Adlan, pemerintah Malaysia akan memberikan penjelasan lebih detail dalam satu hingga dua hari ke depan. Adlan juga mengungkapkan bahwa Malaysia dan Indonesia kini tengah mempertimbangkan untuk mengajukan bersama beberapa warisan budaya tak benda ke UNESCO. Di antaranya adalah kebaya, tari piring, tari kuda kepang, tradisi adat perpatih, dan puisi teromba. Reog Ponorogo tidak disebutkan dalam daftar warisan budaya yang akan diajukan bersama tersebut.

"Sudah terdapat diskusi yang cukup serius di tingkat working group. Saat ini Kementerian Luar Negeri RI telah mengirim diplomatic note tertanggal 2 Maret 2021 terkait kesepakatan Indonesia untuk mendaftarkan kelima warisan budaya di atas sebagai warisan budaya tak benda ke UNESCO," tukas Adlan.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait