Menko PMK Wanti-wanti Pemudik Jangan Sampai Bawa Oleh-oleh Virus ke Kampung Halaman
kemenkopmk.go.id
Nasional

Pemerintah terus memberikan imbauan dan peringatan bagi para calon pemudik. Hal itu terutama agar tak terjadi peningkatan kasus COVID-19 selama momentum mudik lebaran 2022.

WowKeren - Meski mudik sudah diizinkan, pemerintah terus mewanti-wanti agar pemudik tetap waspada. Terutama agar memontum mudik kali ini tidak menjadi pemantik meningkatnya kasus COVID-19 di Indonesia yang kini sudah mengalami penurunan.

Pemerintah memperkirakan akan ada 80 juta orang melaksanakan mudik Lebaran tahun 2022. Untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus COVID, pemerintah berupaya meningkatkan capaian vaksinasi di daerah keberangkatan pemudik. Sementara epidemiolog menyarankan agar vaksinasi digencarkan di daerah tujuan pemudik untuk mencegah penularan, khususnya bagi kelompok rentan seperti lansia.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyebut, pihaknya telah menyiapkan skenario terbaik untuk memitigasi arus pergerakan masyarakat yang sangat besar selama mudik. Salah satu upaya mitigasi itu adalah mempercepat program vaksinasi COVID dosis lengkap dan dosis booster alias penguat selama bulan Ramadan. Dengan vaksinasi lengkap, kata Muhadjir, diharapkan pemudik dan sanak saudaranya di kampung halaman bisa terlindungi dari penularan virus corona.

"Vaksinasi ini memang diutamakan di wilayah-wilayah tempat pemberangkatan mudik seperti Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah dan kota-kota besar di Jawa Timur. Termasuk kota luar Jawa seperti Medan, Makassar, dan sekitarnya," kata Muhadjir dalam siaran persnya, Rabu (13/4).


Muhadjir juga berpesan agar masyarakat yang hendak mudik agar menjalani vaksinasi lengkap terlebih dahulu. Muhadjir memperingatkan agar jangan sampai para pemudik ini pulang dengan membawa oleh-oleh virus ke kampung halaman.

"Jangan sampai datang ke tempat mudik membawa oleh-oleh virus. Kita harapkan setelah Lebaran justru Covid-19 ini akan semakin turun dan kita akan memasuki masa endemi," ujarnya.

Kendati diutamakan di daerah keberangkatan pemudik, Muhadjir menyatakan bahwa vaksinasi juga akan disiapkan di daerah tujuan. Pelaksanaan vaksinasi di daerah tujuan pemudik itu digencarkan selama bulan Ramadan ini.

Epidemiologi dari Centre for Environmental and Population Health Griffith University Australia, Dicky Budiman turut mengingatkan pemerintah agar meningkatkan capaian vaksinasi dosis dua dan booster di daerah tujuan pemudik. Terutama bagi kelompok rentan.

"Terutama vaksinasi untuk lansia, orang dengan komorbid, dan anak usia di bawah 5 tahun. Ini perlu disikapi hati-hati," pungkasnya.

(wk/amel)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait