Adapun pertandingan yang pada saat itu tengah berlaga adalam tim dari Atletico Madrid U18 dengan Bali United U18. Aksi tidak terpuji itu bahkan mendapat kecaman dari pejabat DKI Jakarta.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Senin, 18 April 2022 - 00:03 WIB
WowKeren - Laga International Youth Championship (IYC) yang digelar di Jakarta International Stadium (JIS) beberapa waktu lalu dinodai dengan aksi rasisme dan seksisme. Atas kasus ini, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria pun mengaku masih menunggu hasil pendalaman.
"Kita masih menunggu hasilnya ya, kita akan tanyakan, saya belum dapat laporan dari Jakpro," ujar Riza dalam keterangannya di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Minggu (17/4).
Lebih lanjut, Riza meminta agar kejadian serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari. Ia lantas mengajak masyarakat Ibu Kota untuk menjaga JIS melalui kegiatan-kegiatan positif, serta bermanfaat.
"Tentu kita berharap JIS sebagai tempat, wahana, media, sarana dan prasarana (Sarpras) bisa digunakan sebaik-baiknya untuk kepentingan olahraga, kepentingan positif lainnya," tegas Riza. "Kepentingan seni budaya, bahkan kepentingan agama dan kepentingan sosial lainnya."
Tidak hanya itu, Riza pun berharap agar JIS bisa menjadi tempat kebanggaan DKI Jakarta. Maka dari itu, perlu dijaga sebaik mungkin.
Seperti yang diketahui, Laga Atletico Madrid U18 melawan Bali Unites U18 dalam IYC di JIS itu dinodai dengan aksi rasisme hingga seksisme dari penonton. Aksi yang tak patut dicontoh itu pun telah mendapat kecaman dari pejabat tinggi DKI Jakarta.
Adapun aksi rasisme hingga seksisme itu diketahui pertama kali diungkap oleh akun Twitter @addogerardo. Di mana pemilik akun tersebut menyebut bahwa penonton di JIS melakukan tindakan rasisme terhadap pemain Atletico Madrid.
"Sangat disayangkan ada rasisme dari mulut pengunjung stadion yang neriakin 'woy it*m' pemain Atletico Madrid U18 di Stadion JIS," tulis pemilik akun Twitter tersebut, dilihat pada Minggu (17/4).
Sementara untuk tindakan seksisme yang dilakukan oleh penonton terlihat dari sebuah video yang diunggah pemilik akun Twitter tersebut. Dalam video tersebut, terdengar suara siulan "cat calling" penonton saat tim medis wanita datang untuk mengobati pemain yang mengalami cedera.
"Plus seksisme dari arah tribun 'woy jangan nga**ng lu!' waktu medis wanita sedang menangani pemain Bali United yang cedera," paparnya.
(wk/tiar)