Kasus pencurian HP yang dilakukan seorang ibu di Bali berakhir dengan restorative justice. Pelaku akhirnya dibebaskan usai sang korban juga memilih untuk memaafkan ibu tersebut.
- Amelia Nur Fatimah
- Selasa, 19 April 2022 - 19:35 WIB
WowKeren - Kejahatan tak selamanya dilatarbelakangi oleh sifat jahat sang pelaku. Seperti aksi pencurian yang dilakukan seorang ibu di Bali.
Seorang ibu dikabarkan nekat mencuri HP demi anaknya bisa sekolah daring datang dari Kabupaten Jembrana, Bali. Diketahui yang menjadi pelakunya wanita berinisial Kh, warga Desa Pengambengan, Kecamatan Negara. Kh kemudian diamankan oleh pihak kepolisian setelah melakukan aksinya.
Dalam kasus tersebut, pihak Polres Jembrana selanjutnya menempuh restorative justice untuk membebaskan Kh. Proses semakin berjalan lancar setelah korban pencurian juga turut memaafkan perbuatan Kh.
Kasatreskrim Polres Jembrana, AKP M Reza Pranata mengatakan, pelaku merupakan seorang ibu yang saat itu sedang dalam kondisi terdesak dan tidak memiliki uang. Apalagi ditambah dengan tanggungan kebutuhan sekolah anaknya yang mengharuskan dirinya untuk membeli handphone untuk sekolah daring.
Karena ketika tidak dapat memiliki ponsel pintar maka, anaknya akan ketinggalan mata pelajaran. Hal itu pulalah yang kemudian membuat sang ibu nekat melakukan pencurian.
“Sebagai seorang ibu, pelaku rela mencuri handphone demi anaknya yang masih sekolah menggunakan sistem daring/online. Karena pelaku tidak mempunyai handphone," terangnya melansir Tribunnews.com.
"Kami upayakan Restorative Justice karena memang ibu ini benar-benar membutuhkan. Dan upaya RJ layak diberikan kepada pelaku,” ucapnya seizin Kapolres Jembrana AKBP I Dewa Gde Juliana.
Aksi nekat ibu itu diketahui telah terjadi beberapa waktu lalu. Saat itu pelaku berbelanja di warung milik korban, kemudian pelaku melihat satu unit handphone milik korban terletak di atas meja warung dan langsung mengambilnya. Kemudian, disaksikan oleh Kepala Desa Pengambengan, atas kekhilafan pelaku pada saat itu, pelaku meminta maaf kepada korban dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.
“Korban berbesar hati memaafkan pelaku karena melihat kondisi pelaku yang terpaksa mencuri demi pendidikan seorang anak,” ungkapnya.
Reza menambahkan, bahwa atas hal itu pulalah, dirinya memberikan bantuan kepada pelaku yang diharapkan bisa membantu kondisi pelaku dan suaminya.
“Semoga dengan kejadian ini, kita dapat mengambil hikmahnya,” pungkas Reza Pranata.
(wk/amel)