Peristiwa nahas menimpa sebuah rumah di Sleman, yang luluh lantah diduga akibat ledakan. Kini polisi pun masih menyelidiki penyebab pasti dari hancurnya rumah tersebut.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Jumat, 22 April 2022 - 13:39 WIB
WowKeren - Pada Jumat (22/4), sebuah rumah yang berlokasi di Dusun Plosokuning V, RT 22 RW 09, Minomartani, Ngaglik, Sleman, D.I. Yogyakarta dilaporkan hancur. Adapun penyebabnya diduga akibat ledakan petasan atau mercon.
Ketua RT 22, Iwan Triantoro yang tinggal tak jauh dari lokasi rumah hancur itu mengaku mendengar suara ledakan lebih dari satu kali. Menurutnya, ledakan pertama terdengar sekitar pukul 07.45 WIB. "Terus saya keluar rumah sampai di sini (TKP) ada kepulan asap, terus timul ledakan yang gede," ujar Iwan di sekitar lokasi.
Iwan mengungkapkan total ada tiga ledakan yang didengar. Menurutnya, suara ledakan yang paling dahsyat adalah yang kedua. Material rumah seperti kayu, seng, dan genteng pun bahkan sampai terlempar ke arah bangunan-bangunan di sekitarnya.
Tidak hanya itu, kata Iwan, saking kerasnya, gelombang kejut ledakan itu sampai memecahkan kaca-kaca jendela pada bangunan di sekitarnya. Menurut perkiraannya, efek dari ledakan itu sampai radius 20 meter dari lokasi kejadian.
Iwan juga mengatakan tidak hanya tiga rumah yang kacanya pecah, tetapi ada yang plafonnya sampai ambrol semua. "Paling parah itu sebelah selatan sampai temboknya pada retak," ungkapnya.
Lebih lanjut, Iwan membeberkan bahwa rumah yang menjadi lokasi ledakan itu hanya dihuni ketika malam hari saja oleh seorang perempuan lansia. Sementara berdasarkan hasil informasi dari pemuda setempat, rumah tersebut digunakan untuk menyimpan berbagai jenis petasan.
Iwan lantas menduga bahwa ledakan tersebut disebabkan petasan yang diletakkan terlalu berdekatan dengan atap asbes di rumah itu. "Atapnya itu pendek, atapnya itu semacam asbes, jadi kan panas (memicu ledakan)," beber Iwan.
Menindaklanjuti rumah hancur tersebut, Polsek Ngaglik menemukan dua buah petasan berukuran besar. Penemuan ini diungkapkan oleh Kapolsek Ngaglik, Kompol Anjar Istriani.
"Sementara dari hasil pengumpulan bahan sementara ada dua petasan yang besar, tapi untuk nanti informasi lebih lanjut nanti," ujar Anjar di lokasi kejadian, Jumat (22/4). "Detail jenis dan lain sebagainya nanti kami juga perlu koordinasi dengan Gegana."
Anjar menuturkan bahwa pemilik rumah yang hancur itu merupakan seorang tukang ojek online yang bernama Sumadi. Hanya saja, rumah tersebut tidak ditinggali oleh pemiliknya. Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap 5 saksi, meliputi warga dan pemilik rumah, diketahui bahwa bangunan yang kini hancur itu digunakan menyimpan petasan jadi serta bahan bakunya.
Akan tetapi, Anjar mengatakan bahwa pemilik rumah mengaku tidak tahu bila bangunan miliknya itu dipakai untuk menyimpan petasan beserta bahan bakunya. Beruntungnya, polisi telah memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka imbas dari peristiwa tersebut.
(wk/tiar)