Solar dari kapal pengangkut BBM milik Pertamina tumpah di wilayah laut Aceh. Tumpahan BBM jenis solar itu pun bisa jadi ancaman untuk ekosistem laut di wilayah tersebut.
- Amelia Nur Fatimah
- Senin, 25 April 2022 - 14:10 WIB
WowKeren - Peristiwa BBM (Bahan Bakar Minyak) tumpah ke laut terjadi di perairan Aceh. BBM jenis bio solar itu tumpah ke laut di kawasan pesisir pantai Desa Hagu Teungoh, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe. Bahan Bakar Minyak tersebut tumpah dari kapal pengangkut BBM Pertamina.
Peristiwa tumpahnya BBM jenis Bio Solar itu baru diketahui oleh warga sekitar pukul 11.00 WIB, Minggu (24/4). Dari arah laut, menyebar bau minyak menyengat dan permukaan air laut pun berubah warna jadi kuning kecoklatan.
Kepala Depot Pertamina Lhokseumawe, Feri Safarudin menyampaikan bahwa BBM itu tumpah saat sedang terjadi aktivitas pembongkaran dari kapal. Katup pipa kapal bocor yang kemudian mengakibatkan minyak tumpah ke laut.
"Dugaan kebocoran akibat katup yang mengalirkan minyak tidak bekerja secara optimal, sehingga mengakibatkan sebagian kargo kapal lepas ke laut," ujar Feri Safarudin.
Feri Safarudin mengatakan bahwa pihaknya kini telah melokalisir area laut yang tercemar tumpahan BBM bio solar yang diangkut kapal MT Aerosea Catalina tersebut. Minyak yang tumpah itu telah diblokade dengan menggunakan oil boom agar tak menyebar ke area yang lebih luas.
Sedangkan proses pembersihan laut masih dilakukan hingga Minggu malam. Garis polisi dipasang di lokasi guna menghindari agar warga tak masuk sembarangan karena area berbahaya.
Feri Safarudin mengakui bahwa tumpahan BBM tersebut tah hanya berbahaya bagi manusia saja. Tetapi tumpahan Bio Solar tersebut juga mengancam keselamatan ekosistem laut di wilayah perarian itu.
Sementara itu, Unit Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) I Sumbagut, Taufikurachman, memastikan bahwa pihaknya akan terus berupaya membersihkan laut yang tercemar minyak tersebut.
Sejauh ini, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, tuturnya, telah menetralisir rembesan minyak dengan Oil Spill Dispersant (OSD), dan menggunakan sorbent pad. Kondisi minyak tumpah di laut sudah semakin sedikit, oil boom sudah dipersempit.
"Kami akan terus melakukan penanganan hingga kondisi seperti sedia kala," pungkas Taufikurachman.
(wk/amel)