Seorang dokter hewan terluka akibat serangan harimau sumatera di Tapanuli Selatan, Sumut. Harimau tersebut menyerang sang dokter yang hendak menyelamatkannya dari perangkap.
- Amelia Nur Fatimah
- Selasa, 26 April 2022 - 12:53 WIB
WowKeren - Seekor Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) terkena perangkap jerat di sebuah kampung di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Sayangnya, saat hendak diselamatkan, harimau itu malah menerkam dokter hewan bernama Anhar yang hendak membebaskannya. Anhar pun menderita luka di bagian lengan.
"Evakuasi (harimau dari jerat) berjalan secara kondusif, meski sempat terjadi penyerangan Harimau Sumatera tersebut kepada dokter hewan yang berusaha membiusnya," ujar Plt. Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara Irzal Azhar dalam siaran persnya yang diterima di Jakarta, Senin (25/4).
Insiden penyerangan berawal ketika masyarakat menemukan seekor Harimau Sumatera terkena jerat di Dusun Pardomuan, Desa Batu Godang, Kecamatan Angkola Sangkunur, Tapanuli Selatan, pada Jumat (22/4) siang. Mendapat informasi tersebut, tim Balai Besar KSDA Sumatera Utara segera menuju lokasi dengan membawa kandang transit dan serta peralatan senjata.
Sabtu (23/4), tim mendapati Harimau Sumatera itu dalam kondisi kaki terjerat sling yang tersangkut pada batang pohon. Satwa liar terancam punah itu juga sudah dalam kondisi lemas.
Tim pun mulai melakukan proses evakuasi pada Ahad pagi. Dokter Hewan (drh) Anhar memulai proses penyelamatan harimau itu dengan menembakkan bius.
"Tembakan bius mengenai badan/tubuh harimau, namun tanpa diduga harimau tiba-tiba langsung menyerang drh. Anhar. Lengan sebelah kiri Anhar terluka dan berdarah," beber Irzal.
Usai menerkam Anhar, harimau tersebut langsung berlari menjauh. Izral tak menjelaskan bagaimana harimau itu bisa terlepas dari jerat. Sementara Anhar langsung dibawa ke rumah sakit Padangsidimpuan untuk mendapatkan perawatan.
Setelah insiden itu, tim BKSDA bersama dengan camat, kapolsek, dan kepala desa setempat langsung menemui masyarakat sekitar. Masyarakat diminta untuk tidak panik dan diimbau untuk tidak beraktivitas di kebun selama tiga hari ke depan.
Masyarakat sekitar juga diminta waspada ketika beraktivitas di luar rumah dengan cara selalu berkelompok minimal lima orang. Apabila melihat tanda-tanda kehadiran harimau, masyarakat diminta segera melaporkan kepada petugas.
"(Kita juga akan) melakukan patroli rutin serta pendampingan terhadap masyarakat sampai situasi kembali kondusif," pungkasnya.
(wk/amel)