WN Kanada berusia 34 tahun tersebut pertama kali ke Indonesia pada tahun 2018. Di awal tahun 2019, ia kembali ke Tanah Air untuk berwisata ke sejumlah wilayah seperti Malang, Jawa Timur; Lombok, NTB; dan juga Bali.
- Bertilia Puteri
- Selasa, 26 April 2022 - 13:11 WIB
WowKeren - Seorang bule Kanada bernama Jeffrey Douglas Craigen diamankan pada Minggu (24/4) usai videonya menari telanjang di Gunung Batur, Kabupaten Bangli, Bali, viral di media sosial. Jeffrey rupanya merupakan seorang aktor yang pernah membintangi film Netflix.
Selain itu, Jeffrey juga disebut pernah membintangi sejumlah iklan komersial. Ia bahkan tercatat sebagai terapis psikologi di negara asalnya.
"Yang bersangkutan memenuhi kebutuhan sehari-hari dari bekerja di Kanada sebagai aktor di kanal Netlix. Pengisi suara di film animasi dan membintangi iklan komersial serta penyembuhan secara psikologis secara online," ungkap Kepala Kantor Kemenkumham Bali Jamaruli Manihuruk, Senin (25/4).
Pria berusia 34 tahun tersebut pertama kali ke Indonesia pada tahun 2018. Di awal tahun 2019, ia kembali ke Tanah Air untuk berwisata ke sejumlah wilayah seperti Malang, Jawa Timur; Lombok, NTB; dan juga Bali.
"Tujuan ke Indonesia yaitu untuk berselancar, menikmati keindahan alam di Bali dan mencari pengobatan alternatif terkait dengan penyakitnya osteoporosis," papar Jamaruli.
Lebih lanjut, Jamaruli menyampaikan bahwa dari hasil pemeriksaan, Jeffrey terbukti melakukan pelanggaran. Oleh sebab itu, Jeffrey akan dikenai tindakan administratif keimigrasian berupa pendeportasian dan namanya juga diusulkan ke dalam daftar cegah dan tangkal (cekal).
"Kami mengimbau kepada masyarakat di seluruh wilayah Provinsi Bali agar proaktif memantau dan melaporkan berbagai jenis pelanggaran yang dilakukan oleh warga negara asing kepada pihak yang berwenang sehingga dapat diambil tindakan tegas," tutur Jamaruli.
Sementara itu, video Jeffrey menari telanjang itu sendiri direkam pada pertengahan April 2022 lalu. Jeffrey kala itu mendaki Gunung Batur bersama lima temannya yang juga merupakan warga negara asing (WNA).
"Bahwa yang bersangkutan tidak mengetahui bahwa Gunung Batur merupakan tempat yang disucikan di Bali dan yang bersangkutan mengaku tidak bermaksud untuk tidak menghormati budaya Bali, karena motif yang bersangkutan dalam membuat film hanyalah sekedar mengekspresikan dengan menari tarian HAKA dari Selandia Baru," ungkap Jamaruli.
(wk/Bert)